Polri impor ratusan senjata buat Brimob, ini kata mantan Panglima TNI

Polri impor ratusan senjata buat Brimob, ini kata mantan Panglima TNI. Polri mengimpor ratusan peluncur granat asal Bulgaria untuk Brimob. Senjata itu ditemukan di kargo Bandara Soekarno-Hatta. Menurut mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko hal itu tak perlu dibuat polemik.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Polri impor ratusan senjata buat Brimob, ini kata mantan Panglima TNI
Polri konpers pembelian senjata. ©2017 Merdeka.com

Polri mengimpor ratusan peluncur granat asal Bulgaria untuk Brimob. Senjata itu ditemukan di kargo Bandara Soekarno-Hatta. Menurut mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko hal itu tak perlu dibuat polemik.Isu tersebut kerap dikaitkan dengan ucapan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai ada institusi yang memesan 5.000 senjata ilegal. Lagi-lagi, Moeldoko berpendapat, hal tersebut tidak perlu dikaitkan dan diributkan."Sepanjang tugas pokoknya dalam jangkauan atas alur utama yang dimiliki, maka tidak perlu diributkan," ujarnya di kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru, Rabu (4/10).Namun, bilamana sudah melebihi tugas pokok suatu kesatuan, maka perlu diluruskan. Bukannya malah terus digoreng yang memicu kegaduhan."Tetapi begitu dia keluar dari tugas pokoknya perlu diluruskan, bukan diributkan," lanjutnya.Wakil Ketua Dewan Pembina Hanura ini meminta masalah senjata diselesaikan secara internal saja. Dia melihat perlu menanyakan fungsi senjata itu pada Brimob seperti apa. Sehingga tidak terjadi kekeliruan. Diketahui sebelumnya, polri menyebut senjata itu untuk digunakan di daerah konflik seperti di pPoso."Karena sejak reformasi terjadi pemisahan TNI dan Polri jadi mungkin ya, saya tidak baca doktrin Brimob, dulu kan Brimob pernah melakukan operasi bersama TNI di Timor timur, jangan-jangan masih ada doktrin yang menyatakan tugas Brimob seperti itu," tuturnya."Jadi enggak perlu buru-buru ribut dulu, perlu ditanyakan dulu ke Brimob," imbuhnya.Menurutnya pemesan senjata seperti itu sudah ada mekanismenya sendiri. Perihal kargo ditemukan di bandara kormersil, hal itu wajar-wajar saja. "Senjata ini tidak mudah, ada mekanismenya, ada aturan dan ketentuanya sangat ketat," tukasnya.

Rekomendasi