DPR gelar FGD Jaksa, Polri & KPK: Biar tak ada merasa paling hebat

"Selama ini ada semacam, apa ya, kalau ke Sukamiskin, ketemu napi-napi tipikor, mereka bilang, 'kalau yang diusut oleh Kejaksaan hukumannya biasanya lebih ringan'," tegas Nasir.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
DPR gelar FGD Jaksa, Polri & KPK: Biar tak ada merasa paling hebat
Nasir Djamil. ©dpr.go.id

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan pihaknya akan menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi reformasi penegakan hukum di bidang tindak pidana korupsi dalam waktu dekat. FGD itu akan melibatkan mitra kerja Komisi III yang menangani masalah tindak pidana korupsi."Dalam konteks Tipikor kita ingin evaluasi Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK. Sehingga tidak ada yang merasa lebih hebat dari yang lain," kata Nasir di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (6/9).Forum ini diperlukan untuk melihat kesamaan penanganan kasus korupsi di tiga lembaga penegak hukum tersebut. "Selama ini ada semacam, apa ya, kalau ke Sukamiskin, ketemu napi-napi tipikor, mereka bilang, 'kalau yang diusut oleh Kejaksaan hukumannya biasanya lebih ringan'," tegasnya. Selain itu, kata Nasir, forum ini juga untuk memperbaiki peraturan perundang-undangan di kepolisian, kejaksaan dan KPK. Sebab, UU yang mengatur ketiga lembaga itu sudah lama tidak direvisi."‎Ini sudah lama produknya, sementara dinamika hukum berkembang. Banyak kasus yang dulu nggak pernah kita perkirakan sekarang terjadi. Makanya kami ingin menggelar itu dalam rangka memberi masukan kepada pemerintah, sama-sama memperbaiki UU itu," tutupnya.

Rekomendasi