Perjuangan Kardin Ahmad Hartono sungguh luar biasa. Kakek berusia 84 tahun itu penuh semangat ingin bisa salat dan berdoa di Raudhah, Masjid Nabawi, Madinah, Sabtu (29/7) sore. Kardin adalah calon jemaah haji asal Indonesia dari Banjarnegara.Usai salat Ashar, kakek Kardin tampak jalan terburu-buru meski fisiknya terbatas. Dengan menggunakan tongkat, Kakek Kardin berjalan cepat melewati jemaah yang sedang duduk-duduk di masjid.
Baca juga: Bacaan Doa Untuk Syukuran Bahasa Arab Latin Dan Artinya"Saya mau salat di Raudhah," katanya. Kakek Kardin mungkin belum tahu masuk dan salat di Raudhah harus antre panjang dan melelahkan. Bisa antre 1 jam. Tapi hal itu tak menyurutkannya. Dia jalan hanya ditemani oleh petugas kesehatan.
Raudhah ©2017 Merdeka.com/Muhammad Hasits
Tidak tampak lelah di wajah Kardin meski usianya tak muda lagi. Padahal, kakek Kardin sehari sebelumnya menempuh perjalanan panjang sekitar 9 jam dari Indonesia ke Madinah, Arab Suadi.Dengan napas sedikit tersengal, Kakek Kardin akhirnya tiba di sekitar Raudhah. Benar saja, sudah ada antrean panjang sekitar 10 meter untuk menuju Raudhah.
Raudhah ©2017 Merdeka.com/Muhammad Hasits
Petugas yang menemani akhirnya meminta Kakek Kardin untuk istirahat sejenak, tapi sang kakek ingin ikut antre agar bisa masuk Raudhah. Saat Kakek Kardin ikut antre, seperti ada keajaiban, tiba-tiba askar yang berjaga di Raudhah memanggil dengan melambaikan tangan. Sang askar membantu Kakek Kardin masuk ke Raudhah.Subhanallah, Kakek Kardin mendapat keistimewaan langsung masuk Taman Surga itu tanpa antre. Askar yang berjaga membukakan pembatas untuk jalan Kakek Kardin. Sang kakek kemudian sujud syukur lalu salat sunah dan berdoa di tempat paling mustajab di Madinah tersebut.
Advertisement