AS (40) dan istrinya M, ditangkap Densus 88 antiteror di SPBU Ceger, Jakarta Timur, kemarin. Dia diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu pada Rabu (24/5) malam. Rumahnya di Kecamatan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, digeledah polisi.
Penggeledahan ini mengejutkan tetangga AS. Namun belakangan ini warga memang sudah curiga dengan AS. Terutama setelah AS dan keluarganya mengubah penampilan mereka. Agus lebih sering menggunakan celana gantung, dan istrinya mulai menggunakan cadar. Perubahan penampilan itu diikuti perubahan sikap AS dan keluarga yang semakin tertutup.
"Sama warga sudah enggak sering main. Dulu kan pas anaknya masih TK, masih suka nawarin makanan, buat sampingan lah," kata tetangga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (31/5).
Sudah dua tahun terakhir penampilan dan sikap AS serta keluarga berubah. Sejak saat itu rumah AS sering kedatangan tamu yang juga berpenampilan sama dengan AS dan keluarga. Warga mulai curiga dengan kondisi itu. Namun warga tidak bisa mengetahui persis kegiatan yang dilakukan AS dan rekan-rekannya.
"Kalau pengajian tidak ada suara ngaji, karena rumahnya kan di dalem jadi kegiatannya juga di dalam. Orang yang berjenggot banyak, enggak cuma orang laki saja. Ada suami sama istri, anak. Anak yang dibawa itu juga tiga sampai lima anak dicadar juga," tambahnya.
Warga juga menceritakan bahwa Agus pernah menunjukkan sikap arogannya dengan membakar sebuah pos ronda yang dibangun oleh Karang Taruna di sekitar rumahnya. Dia juga memukuli remaja karang taruna.
"Agus pernah mukulin anak remaja Karang Taruna sini mas, terus juga ngebakar pos ronda yang dibikin anak Karang Taruna di sebelah rumahnya," ucapnya.
"Itu pintu pagar saja baru-baru 5 bulan mas, tadinya mah rumahnya ngelos gitu. Mungkin dia bakar pos ronda juga takut keganggu sama takut diketahuin kali mas kegiatannya yang ketutup," ucapnya.