Nelayan temukan bocah tewas tenggelam di Pantai Kemiren Cilacap

Nelayan temukan bocah tewas tenggelam di Pantai Kemiren Cilacap. Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menjaring. Nelayan itu melihat jasad korban mengambang di permukaan laut. Nelayan tersebut kemudian melaporkan ke pihak Basarnas yang sedang melakukan penyisiran lewat darat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nelayan temukan bocah tewas tenggelam di Pantai Kemiren Cilacap
Ilustrasi tenggelam. ©Shutterstock/Tom Wang

Rizal (11), bocah yang tenggelam terseret ombak di pantai Kemiren, Kelurahan Mertasinga, Kabupaten Cilacap pada Jum'at (5/5) berhasil ditemukan Sabtu (6/5). Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, jasad bocah warga Jalan Kidang RT 13 RW 15, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara itu, ditemukan mengambang satu kilometer dari pantai Kemiren.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap, Mukwahyono mengatakan, korban ditemukan pada Sabtu (5/6) Pukul 09.00 WIB. Lokasi temuan berjarak satu kilometer arah selatan dari tempat kejadian. Saat ditemukan, fisik korban kondisi luka di bagian kepala.

"Korban langsung dibawa ke Rsud Cilacap", kata Mul via layanan pesan pada Merdeka.com, Sabtu (6/5).

Korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menjaring. Nelayan itu melihat jasad korban mengambang di permukaan laut. Nelayan tersebut kemudian melaporkan ke pihak Basarnas yang sedang melakukan penyisiran lewat darat. Korban langsung dievakuasi menggunakan perahu milik SAR Nelayan Kemiren.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 pada Jum'at (5/5) kemarin. Saat itu korban tengah mandi di Pantai Kemiren bersama dua rekannya, Zaki (8) dan Fendi (11). Ketika sedang asyik bermain air, tiba-tiba datang gelombang tinggi yang menyeret tubuh korban hingga akhirnya tenggelam dan hilang.

Sementara dua rekan korban dapat menyelamatkan diri dan selanjutnya memberi tahu nelayan sekitar mengenai musibah yang dialami Rizal.

"Setelah menerima laporan tersebut, kami segera memberangkatkan satu regu Basarnas menuju lokasi kejadian untuk menggelar operasi SAR. Personel kami dilengkapi dengan peralatan pertolongan di air."

Selain Basarnas, operasi SAR tersebut juga melibatkan potensi SAR lainnya seperti personel TNI/Polri, Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Cilacap, Cilacap Rescue, Tim Pertolongan Kecelakaan Laut (TPKL) Cilacap, dan Relawan Kemiren.

Rekomendasi