Cabut benih padi di sawah, petani di Klaten tewas tersambar petir

Cabut benih padi di sawah, petani di Klaten tewas tersambar petir. Sejumlah saksi menyebutkan, korban nekat bekerja di sawah saat mendung menggelayut dan dibarengi petir yang menyambar. Korban juga tak bergeming saat saat ketiga rekannya memilih meninggalkan sawah untuk berlindung.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Cabut benih padi di sawah, petani di Klaten tewas tersambar petir
lokasi sambaran petir. ©2017 Merdeka.com/arie sunaryo

Nasib nahas dialami Ruwiyanto, seorang petani asal Dukuh Ngemplak RT 17 RW 07 Desa Ketitang, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jumat (28/4) sore. Ia tewas tersambar petir saat sedang mencabut benih padi bersama 3 rekannya di persawahan desa setempat.Informasi dihimpun dari sejumlah saksi menyebutkan, korban nekat bekerja di sawah saat mendung menggelayut dan dibarengi petir yang menyambar. Korban juga tak bergeming saat saat ketiga rekannya memilih meninggalkan sawah untuk berlindung."Kejadiannya tadi jam 4 sore di sawah. Kami sedang ndaut (mencabut benih padi) untuk ditanam di sawah. Tiba-tiba mendung peteng (gelap) banget dan ada petir berkali-kali. Saya juga kena sampai terlempar, tapi mas Ruwiyanto yang parah dan langsung meninggal," ujar Supardi, rekan korban.Paryono Kades Ketitang mengatakan, kondisi korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Selanjutnya korban dibawa pulang ke rumah duka oleh keluarga untuk dimakamkan."Saat kejadian memang cuaca mendung tebal dan tiba-tiba petir memyambar tubuhnya dan langsung meninggal dunia. Warga langsung mengevakuasi dan membawa pulang ke rumah keluarganya," imbuh Paryono.

Rekomendasi