Dua pekerja proyek tertimpa beton drainase (turap) saat bekerja di Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya sempat terjebak di lokasi sebelum dievakuasi petugas.
Mengutip Antara, Perwira Piket Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur Parlin Nainggolan menyampaikan informasi penanganan kejadian tersebut pada Senin (10/8/2026).
"Dua pekerja yang dievakuasi karena tertimpa material beton turap di kawasan Cipinang Cempedak," kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Parlin Nainggolan, Senin (10/8/2026).
Sudin Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan 25 personel untuk mengevakuasi kedua korban dari lokasi robohnya beton drainase.
Proses evakuasi berlangsung lebih dari tiga jam hingga kedua korban berhasil dikeluarkan. Operasi dinyatakan selesai sekitar pukul 17.39 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bekerja pada Minggu sore sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Cipinang Cempedak.
Parlin menjelaskan kendala utama saat penanganan di lokasi yang tergenang dan dipenuhi material runtuhan.
"Cukup sulit karena bagian tubuh korban berada di dalam air. Airnya keruh dan korban juga tertimbun beton," jelas Parlin.
Untuk memudahkan proses evakuasi, petugas terlebih dahulu mengurangi debit air menggunakan mesin pompa di titik kejadian.
Setelah air berkurang, petugas dapat bekerja lebih maksimal untuk mengangkat material yang menimpa korban. Peralatan berat turut dikerahkan guna membantu pemindahan beton dan reruntuhan di sekitar lokasi.
Advertisement
Pekerja Proyek Dibawa ke RS, Lalin D.I. Panjaitan Padat
Kedua korban mengalami luka pada bagian kepala dan tungkai akibat tertimpa reruntuhan material.
Selama proses evakuasi, petugas memberikan penanganan medis di tempat, termasuk pemasangan infus dan pemberian oksigen.
Setelah berhasil dievakuasi, kedua pekerja langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penanganan di lokasi berdampak pada arus lalu lintas di Jalan D.I. Panjaitan. Sejumlah bagian jalan digunakan untuk kendaraan dan peralatan petugas, sehingga arus dari arah Cawang menuju Jatinegara mengalami kepadatan.