Merawat sepeda motor matic tidak cukup hanya fokus pada mesin dan komponen CVT. Ban motor matic adalah satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan, sehingga kondisinya berkaitan erat dengan keselamatan.
Masih banyak pengendara yang baru mengganti ban saat kembangan sudah benar-benar habis atau permukaan terasa licin. Padahal, ada indikator lain yang perlu diperhatikan agar traksi tetap terjaga dan risiko kecelakaan bisa dihindari.
Menurut Wahana Honda, Kamis (1/10), terdapat tiga tanda utama yang menunjukkan ban sudah waktunya diganti. Tidak semuanya berkaitan dengan tebal-tipisnya kembangan, sebagian bisa dilihat dari fitur penanda dan gejala saat berkendara.
Setiap ban umumnya dilengkapi Tread Wear Indicator (TWI) sebagai batas keausan. Simbol segitiga kecil pada dinding samping (sidewall) menjadi petunjuk posisi TWI. Jika ditarik garis lurus dari simbol tersebut ke tengah tapak, akan ditemukan tonjolan karet kecil di antara alur kembangan.
Ketika permukaan tapak ban telah aus hingga sejajar dengan tonjolan TWI, artinya ban sudah mencapai batas keausan yang direkomendasikan. Daya cengkeram berkurang, terutama di jalan basah, sehingga risiko kehilangan traksi meningkat. Karena itu, jangan menunggu seluruh kembangan habis sebelum melakukan penggantian.
Advertisement
Retak Rambut di Permukaan Ban Jadi Sinyal Bahaya
Kembangan yang masih terlihat tebal tidak menjamin ban aman digunakan. Periksa juga kondisi karet di seluruh permukaan ban untuk memastikan tidak ada kerusakan halus yang luput dari perhatian.
Salah satu indikator yang perlu diwaspadai adalah retak-retak halus atau retak rambut pada permukaan ban. Retakan ini menandakan material karet mulai mengeras dan kehilangan elastisitas akibat paparan panas aspal, sinar matahari, dan air hujan.
Dalam materi Wahana Honda, masa penggunaan optimal ban disebut berada di kisaran 1,5 hingga 2 tahun, namun tetap perlu disesuaikan dengan pola pemakaian dan kondisi fisiknya. Karet yang sudah getas berpotensi mengurangi kemampuan mencengkeram aspal, terlebih saat jalan basah karena traksi menurun dan potensi aquaplaning meningkat.
Tanda berikutnya terasa saat motor dikendarai. Jika stang membuang ke kiri atau kanan, bergoyang, atau motor terasa oleng di jalan yang relatif rata, segera lakukan pemeriksaan.
Gejala tersebut dapat dipicu keausan ban yang tidak merata, ban benjol akibat benturan keras, atau kebocoran perlahan. Selain mengurangi kenyamanan, stang yang tidak stabil membuat tangan cepat lelah dan berbahaya ketika harus bermanuver mendadak atau saat menikung. Jangan abaikan perubahan karakter berkendara yang berbeda dari biasanya.
Advertisement
Jangan Tunggu Ban Motor Matic Gundul untuk Menggantinya
Ban memiliki peran penting menjaga kestabilan dan traksi sepeda motor. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan berkala dan tidak semata mengandalkan ketebalan kembangan.
Pengendara motor matic dapat memantau posisi indikator TWI, melihat ada tidaknya retak rambut pada permukaan karet, serta memperhatikan perubahan handling saat motor digunakan.
Jika salah satu tanda tersebut muncul, lakukan pemeriksaan lanjutan di bengkel. Penggantian ban sebaiknya dikerjakan sebelum kondisinya benar-benar membahayakan keselamatan.
Dengan rutin memperhatikan kondisi ban motor matic, pengendara dapat menjaga kenyamanan berkendara sekaligus mengurangi risiko kehilangan traksi di jalan.