Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Polda Riau melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap 4 pegawai honor di Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru, Senin (10/4). Keempatnya diduga memungut uang untuk biaya kepengurusan Izin Usaha Jasa Konstruksi terhadap pengusaha yang datang mengurus.Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo Sik saat dikonfirmasi merdeka.com membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, dari keterangan keempat pegawai honor itu ada beberapa poin yang perlu didalami."Jadi keempat pegawai honor Dinas PU Kota Pekanbaru itu kita tangkap bersama 2 orang warga sipil yang menjadi korban pungutan liar. Anggota kita menyamar juga ikut menyaksikannya, lalu kita OTT," kata Guntur, Selasa (11/4).Usai penangkapan yang dilakukan Tim Saber Pungli pada Senin sore kemarin, polisi langsung memanggil dua pejabat untuk dikonfrontir. Karena dari keterangan keempat orang pelaku, ada yang menyebutkan dugaan keterlibatan pejabat di Dinas PU Kota Pekanbaru."Keterangan keempat orang yang kita amankan itu ada beberapa hal, dan itu masih kita dalami. Lalu kita panggil Kadis dan Kabid nya untuk dimintai keterangannya," kata Guntur.Kedua pejabat itu yakni Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Bahkan, Kepala Dinas PU Pekanbaru Zulkifli Harun dan Kabid Usaha Jasa Konstruksi Dinas PU Tuswan Aidi ST MT. Peran mereka masih sebagai saksi setelah diperiksa lebih dari 7 jam."Untuk menentukan siapa tersangkanya, penyidik akan melakukan gelar perkara. Ini sedang dilaksanakan gelar," ucap perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1992 ini.Keempat orang pegawai honor yang ditangkap polisi itu antara lain RN (28), MT (34), MH (22), SAK (22). Mereka kedapatan memungut uang dengan jumlah Rp 10,4 juta dari 2 orang warga yang akan mengurus Izin Asa Konstruksi.
Polri usut keterlibatan Kadis PU Pekanbaru di pungli izin konstruksi
Polri usut keterlibatan Kadis PU Pekanbaru di pungli izin konstruksi. Usai penangkapan yang dilakukan Tim Saber Pungli pada Senin sore kemarin, polisi langsung memanggil dua pejabat untuk dikonfrontir. Karena dari keterangan keempat orang pelaku, ada yang menyebutkan dugaan keterlibatan pejabat di Dinas PU Pekanbaru.
Rekomendasi