Kapolri soal anggota foto bareng begal: Saya hargai, tapi tak etis

Kapolri soal anggota foto bareng begal: Saya hargai, tapi tak etis. "Menurut saya itu tidak etis, saya hargai mereka berhasil menangkap dan mengungkap perkara aksi begal yang ada di sana (Lampung)," ujar Kapolri.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kapolri soal anggota foto bareng begal: Saya hargai, tapi tak etis
Kapolri bersama Dubes Rusia. ©2017 Merdeka.com

Beredarnya foto Tim Khusus Antibandit (Tekab) bersama lima mayat tersangka begal dengan pose tangan mengepal menjadi perbincangan dimasyarakat luas.Menurut Kepala Polisi Republik Indonesia Jendral Tito Karanvian mengatakan bahwa beredarnya foto bersama lima mayat begal tersebut tidaklah etis jika dipublikasikan."Menurut saya itu tidak etis, saya hargai mereka berhasil menangkap dan mengungkap perkara aksi begal yang ada di sana (Lampung)," ujar Kapolri Jendral Tito Karnavian di rumah dinas Duta Besar Rusia, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).Menurut info yang didapat lanjut Tito kelima begal tersebut bersenjata dan juga melakukan perlawanan sehingga sangat membahayakan petugas kepolisian yang saat itu ingin melakukan penangkapan terhadap lima pembegal itu."Kita boleh melakukan tindakan yang mematikan, kalo mereka akan membahayakan dan mematikan anggota bersenjata," ujarnya.Tito pun menambahkan adanya foto bersama lima mayat begal tersebut menunjukan ketidakprofesionalan seorang anggota dalam bertugas."Tapi kalo seandainya setelah itu seharusnya ya tidak perlu ada foto seperti itu, karena menurut saya itu tidak profesioanal dan tidak humanist," tambahnya.Dengan beredaranya foto bersama lima mayat begal itu, nantinya Tito akan memberikan arahan kepada anggotanya itu."Oleh karena itu besok saya akan ke sana hari jumat untuk memberikan arahan, tidak boleh hal itu terulang," tutupnya.Sebelumnya, Paminal Mabes Polri memeriksa Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung, terkait beredarnya foto bersama lima mayat tersangka begal dengan pose tangan mengepal."Memang benar ada tim Paminal Mabes Polri, untuk memeriksa anggota Tekab 308," kata Kapolda Lampung Irjen Sudjarno di Bandar Lampung kemarin.Dikutip Antara, Tim Tekab 308 dipimpin Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Deden Heksa Putra. Foto bersama lima mayat tersangka begal asal Lampung Timur itu menjadi viral di media sosial.Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Paminal, ada dugaan pelanggaran kode etik terkait pose tidak etis dengan tangan mengepal di bawahnya berjajar lima mayat tersangka."Dalam foto tersebut ada dugaan yang tidak etis, karena itu Paminal turun untuk memeriksa semua orang yang ada di dalam foto tersebut," kata dia.Tim yang dipimpin Kepala Biro Paminal Polri Brigjen Baharudin Djafar akan melakukan pemeriksaan secara intensif dalam beberapa hari ke depan."Kita tidak tahu sampai kapan pemeriksaan ini akan berlangsung," lanjut Sudjarno.Tim juga melacak siapa orang yang pertama kali mengunggah foto tersebut ke media sosial, dan Polda Lampung akan melakukan evaluasi agar ke depannya pose foto tidak berlebihan.Polda Lampung beserta jajaran akan menindak tegas anggotanya yang terbukti tidak taat aturan.Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota Bandarlampung menembak mati lima pelaku begal asal Kabupaten Lampung Timur yang telah beraksi di 10 tempat berbeda di wilayah ini.Kelompok ini melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur. Lima orang pelaku berinisial SF, JN, RK, IN dan HM. Seluruhnya warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Mereka merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Rekomendasi