Konflik antar nelayan di kabupaten Bengkalis provinsi Riau yang sempat meredam kini kembali mulai panas. Dua kapal dibakar hingga karam ketika pulang dari melaut. Satu pelaku sudah ditangkap dan pelaku lainnya diburu dan dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 9 Februari sekira pukul 19.30 WIB dan memicu gejolak massa. Kepolisian setempat langsung turun tangan untuk menenangkan massa agar tak terjadi bentrok antara dua kelompok nelayan."Langkah pertama pelaku pembakaran kapal kita tangkap, baru satu orang. Sedangkan satu lagi masih dikejar dan sudah ditetapkan menjadi buronan," kata Wicak kepada merdeka.com Jumat (10/3).Berdasarkan penyelidikan, pembakaran ini dilakukan Edi Ahmad (sudah ditangkap) dan temannya Jef yang masih diburu. Keduanya merupakan warga Kecamatan Bantan dan tergabung dalam kelompok nelayan Rawai di Desa Muntai."Keduanya dengan sengaja membakar Kapal Inkanbina 581 GT 30 milik Ilyas dan Kapal INKABINA 580 GT 30 milik Mahmud," ucap perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian tahun 1996 ini.
Konflik nelayan di Bengkalis ©2017 merdeka.com/abdullah saniPembakaran kapal dari kelompok nelayan pengguna jaring batu ini terjadi di pelabuhan perikanan, Desa Kembung Luar. Sebelum kejadian, dua pelaku sempat ribut dengan nelayan yang membawa dua kapal tersebut. Kedua pelaku kemudian emosi dan memecahkan kaca dua kapal tersebut."Tak lama kemudian, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kedua pelaku menyiramkan minyak dan langsung memantikkan api. Akibatnya kapal terbakar dan karam," jelas WicakBeruntung dalam kejadian ini nelayan di dua kapal ini selamat. Nelayan menghubungi pemilik kapal dan membuat kelompok jaring batu emosi dan ingin menuntut balas."Petugas yang mengetahui ini turun ke lokasi dan menangkan massa. Salah satu pelaku ditangkap dan diproses sesuai aturan berlaku," terang Wicak.Saat ini, sejumlah petugas kepolisian masih berada di lokasi kejadian dan memasang garis polisi. Petugas juga menjaga situasi di lokasi supaya situasi tidak memanas dan tidak aksi balasan.Konflik dua kelompok nelayan sudah sering terjadi. Sebelum kejadian ini, pada akhir tahun lalu juga terjadi gejolak karena kelompok nelayan jaring batu menabrak kapal nelawan Rawai hingga karam.Peristiwa pada Desember tahun itu membuat adanya aksi balasan. Kelompok nelayan Rawai menyerang nelayan jaring batu dan membakar gudang serta sebuah kapal.Pemicu konflik dua kelompok nelayan dari desa bertetangga ini dipicu wilayah penangkapan ikan. Salah satu kelompok disebut sering melanggar wilayah penangkapan.Penggunaan jaring dari salah satu kelompok nelayan juga menjadi pemicu. Nelayan yang menggunakan jaring besar lebih banyak tangkapannya dan memicu kurangnya penghasilan nelayan lainnya.