Mensos berikan santunan Rp 15 juta untuk korban longsor di Bali

Mensos berikan santunan Rp 15 juta untuk korban longsor di Bali. Tak hanya dalam bentuk uang, santunan kematian juga diberikan dalam bentuk sembako. Longsor terjadi pada 10 Februari kemarin di tiga desa di Kecamatan Kintamani.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Mensos berikan santunan Rp 15 juta untuk korban longsor di Bali
Mensos. ©2016 Merdeka.com

Longsor di Kintamani, Kecamatan Bangli, Bali menewaskan sekitar 12 orang. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa menyebut telah mempersiapkan uang santunan senilai Rp 15 juta untuk masing-masing ahli waris korban.

Selain bantuan uang tunai, Khofifah juga mengaku memberi santunan kematian berupa sembako.

"Saya sudah memantau longsor di Kintamani. Senin, saya akan melihat langsung ke sana. Posko tanggap darurat juga didirikan oleh Kemensos," kata Khofifah usai menghadiri acara Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Perkotaan di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (11/2).

Sebetulnya, lanjut dia, berat baginya membahas masalah bencana. Namun, bantuan perlu disampaikan untuk menunjukkan bahwa negara akan selalu hadir ketika masyarakat dalam kondisi susah.

"Sesuai Peraturan Menteri Sosial, nominal bantuannya Rp 15 juta per orang. Sementara laporan yang kami terima ada 12 korban jiwa di Bali. Ada juga korban luka berat dan ringan," paparnya.

Mensos juga berharap, ke depan tidak ada lagi bencana alam hingga menimbulkan korban jiwa. "Mudah-mudahan tidak ada lagi bencana alam yang menambah beban masyarakat kita," tandasnya.

Kemarin, tiga desa di Kecamatan Kintamani, dikabarkan terjadi bencana longsor hingga menimbulkan korban jiwa. Informasi menyebutkan ada tujuh korban di Desa Songan, empat di Desa Awan, dan satu di Desa Sukawana.

Rekomendasi