Anies Baswedan puas tambahan waktu debat bisa koreksi serangan lawan

Anies Baswedan puas tambahan waktu debat bisa koreksi serangan lawan. Anies mengaku sebenarnya tak mau menyebutkan prestasinya itu. Hanya saja saat dirinya terdesak tadi dia pun terpaksa menyebutkan pencapaiannya 2 tahun menjadi Mendikbud.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Anies Baswedan puas tambahan waktu debat bisa koreksi serangan lawan
Kandidat debat Pilgub DKI. ©2017 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Cagub Anies Baswedan mengaku puas dengan penambahan waktu untuk menjawab yang diberlakukan oleh KPU DKI Jakarta. Sebab, penambahan waktu 30 detik di setiap menjawab pertanyaan bisa dimanfaatkan untuk mengoreksi data atau fakta yang salah. "(Penambahan waktu) Enak sih jadi bisa koreksi data coba kalau enggak ada waktu kan enggak bisa koreksi," kata Anies di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1) malam. Sebelumnya saat debat berlangsung cagub petahana Basuki T Purnama alias Ahok sempat menyindir peringkat Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah kepemimpinan Anies Baswedan. Hanya saja ternyata pernyataan tersebut salah dan langsung dikoreksi saat Ahok diberi kesempatan memberikan pertanyaan kepada pasangan Anies- Sandi. "Dibilang peringkat Kemendikbud posisi ke 22 dari 22 Kementerian. Itu bekas pemerintahan sebelumnya tetapi langsung naik ke posisi 9 dalam satu tahun saat saya memimpin," kata jelas Anies.Anies mengaku sebenarnya tak mau menyebutkan prestasinya itu. Hanya saja saat dirinya terdesak tadi dia pun terpaksa menyebutkan pencapaiannya 2 tahun menjadi Mendikbud. "Tadinya enggak enak disebut tapi karena disebut boleh dong berbangga dari nomor buntut jadi nomor 9 dan itu yang ingin kita lakukan di Jakarta. Dari hari pertama kita tugas kita akan all out mengubah semua indikator itu beres," terang Anies. "Dan kalau mau dibandingkan rencana Kemendikbud 100 persen yang terlaksana 94 persen. Di DKI enggak sampai 70. Laporan keuangannya Kemendikbud wtp kalau di Pemprov Pak Ahok adalah wajar dengan pengecualian," sambung Anies. Dia pun menargetkan pada tahun 2018 pengelolaan dana di Jakarta akan mendapatkan penilaian WTP. "Kita targetkan 2018 sudah WTP jadi pada warga Jakarta rencana kita kongkrit dan Jakarta sebagai ibukota enggak boleh memaklumi ada separuh anak di Jakarta enggak sekolah gimana kita keladinya masa dia Jakarta ada separuh anak engga sekolah SMP dan SMA kalah sama biak kalah sama daerah lain yang enggak punya kekayaan kaya kita," tutup Anies.

Rekomendasi