Sumarsono sebut operasi tangkap tikus kurangi penyebaran penyakit

Ratusan warga Jalan Batong II RW 06, Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, mengikuti operasi tangkap tikus (OTT), Senin (5/12) malam. Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi memimpin operasi itu.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Sumarsono sebut operasi tangkap tikus kurangi penyebaran penyakit
ilustrasi tikus. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/Gallinago_media

Ratusan warga Jalan Batong II RW 06, Kelurahan Cilandak Barat, Cilandak, mengikuti operasi tangkap tikus (OTT), Senin (5/12) malam. Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi memimpin operasi itu. Total ada 30 tikus berhasil ditangkap oleh warga, selanjutnya tikus hasil buruan tersebut diuangkan Rp 20 ribu per ekor. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menilai operasi tersebut tidak menyalahi aturan. Uang alokasi biaya memang sudah dianggarkan."Program pemberantasan tikus ini kan dananya diambil dari biaya operasional wakil gubernur dan sudah ada sebelum saya di sini," kata Sumarsono di Balai Kota, Selasa (6/12).Sumarsono menjelaskan bahwa OTT ini semua dananya murni berasal dari biaya operasional Djarot. Menurutnya, tikus memang harus dibasmi karena hewan tersebut bisa menimbulkan kesan kumuh dan menyebarkan bibit penyakit, salah satunya leptospirosis yang penularannya berasal dari kencing tikus.

Rekomendasi