Akhir Oktober lalu, Diandra Gautama (26) 'berkencan' dengan enam pria di London, Inggris. Dua pekan lebih waktu dihabiskan pembalap perempuan ini sebagai mentor enam pembalap pemula yang mewakili tim Indonesia di ajang Nissan Academy GT 2016. Selain berbagi skill balap dan teknik menaklukkan tikungan, dara yang pernah memandu acara otomotif di satu stasiun TV swasta juga bertugas menyusun strategi balap termasuk menentukan urutan pembalap di ajang tahunan Nissan global ini. Di Inggris, Diandra mengaku memotivasi para pembalap awam ini supaya tidak takut melawan tim asing dari Australia, Meksiko, Afrika Utara, Filipina, dan Thailand. Hasilnya seorang pembalap tim Indonesia, Raditya Indera alias Dito mampu bersaing. Bahkan Dito sering meraih fast lap di beberapa tahapan lomba.
Diandra ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Bahkan di babak final, Dito berhasil meraih peringkat ke-2 di Sirkuit Silverstone, Inggris. Menunggangi Nissan 370Z, Dito menjadi runner-up best driver, dengan mencetak fastest lap, 1 menit 18,763 detik pada lap ke-13 dalam 16-lap endurance race. Menurut perempuan yang mengawali karir balap di tim Mercedes-Benz Club Indonesia Motorsport ini, jika jumlah lap lomba lebih dari 16, Dito bukan mustahil bisa menyusul dan melampaui dua pembalap terdepan. Di babak final ini, juara pertama diraih oleh Johnny Guindi Hamui asal Meksiko. "Saat final, saya komunikasi radio dengan Dito, supaya jaga emosi. Meski start di pit 5, akhirnya Dito bisa ngejar hingga pit 3. Sayang, saat ingin menyusul lagi, lap race stop di 16 lap, sehingga Dito nangis," ujar Diandra saat menceritakannya di Sirkuit Silverstone, kepada merdeka.com, pekan lalu. Berbekal sarjana psikologi dari Universitas Atmadjaya Jakarta, Diandra mampu memotivasi dan menggugah Dito yang sedang terpuruk saat itu. Kata-kata mutiara penggugah semangat pun meluncur mulus dari bibirnya yang merah. "Saya semangati lagi Dito. Bahwa balapan ngak cuma soal cepat saja, tapi team work. Dan gap tim Indonesia agak jomplang dari negara lain yang lebih merata, seperti Meksiko sehingga bisa juara pertama," ujarnya mengenang saat final race.
Diandra ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Sebagai pembalap dengan segudang pengalaman, Diandra mengaku tidak menyangka Meksiko bisa juara di Nissan GT Academy 2016. Maklum saja, sejak mendarat di Inggris, penggemar pembalap F1 Lewis Hamilton ini menilai rival terberat tim Indonesia adalah Afrika Utara. "Saya dekat banget sama mereka. Ikut merasakan saat kalah, down. Meresapi sekali. Beberapa kali nangis, karena penampilan pembalap kita bagus, tapi kalah," pungkas Diandra.
Advertisement