Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyebut situasi dunia masih belum stabil baik dari sisi keamanan atau pun tingkat kesejahteraan rakyat. Hal itu disampaikan Retno saat memberi sambutan di acara penutupan sidang umum Interpol ke-85."Sebuah kehormatan bagi saya berdiri di sini. Dunia kita jauh dari kata damai dan stabil, jumlah negara yang tidak stabil tidak berkurang," kata Retno di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (10/11).Di hadapan 190 negara peserta sidang, Retno pun mengatakan persoalan keamanan dan kesejahteraan bukanlah hal yang mudah. Bahkan menurutnya, perlu waktu panjang bagi setiap negara untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut."Tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat, jauh dari kata sejahtera. Ekonomi tidak kembali membaik, kita dihadapkan sejumlah transnasional organized crime terorisme dan lain-lain," ujarnya.Namun, diakui Retno jika Interpol banyak berkontribusi dalam memberi keamanan secara global. "Polisi memegang peran penting. Kerjasama internasional berkorespondensi pada setiap kebutuhan negara. Sudah menghasilkan beberapa produk seperti kerjasama yudisial, pendanaan dan teknik investigasi," timpal dia.Pada kesempatan itu, Retno pun meminta Interpol mewaspadai ancaman-ancaman dari kelompok radikalisme. Khususnya, ancaman dari ISIS yang sudah menggunakan metode konvensional dan non konvensional."Teroris tidak beragama. Tidak ada negara yang bisa menghadapi musuh bersama ini sendiri. Kita harus bersama-sama menghadapinya," pungkas Retno.
Menlu Retno di Sidang Interpol: Dunia kita jauh dari kata damai
Menlu Retno di Sidang Interpol: Dunia kita jauh dari kata damai. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menyebut situasi dunia masih belum stabil baik dari sisi keamanan atau pun tingkat kesejahteraan rakyat. Hal itu disampaikan Retno saat memberi sambutan di acara penutupan sidang umum Interpol ke-85.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi