Banyaknya jumlah ormas di Bali mendapat perhatian khusus dari Komandan Korem 163, Kolonel I Nyoman Cantiasa. Saking banyaknya, ormas-ormas tersebut membentuk kekuatan dan menguasai daerah tertentu."Saat awal saya ditugaskan di Bali. Pertama yang saya perhatikan adalah sejumlah penderitaan tentang Bali. Saya kaget ternyata ada ormas-ormas yang membentuk kekuatan untuk menguasai wilayah, hingga sampai terjadi bentrok," kata I Nyoman Cantiasa, saat acara ramah tamah dengan awak media di Denpasar, Senin (17/10).Dia kemudian mengumpulkan para pimpinan ormas-ormas tersebut. Di hadapan tokoh ormas, Nyoman meminta mereka tak membuat onar yang menimbulkan keresahan."Saat itu saya sampaikan pada mereka, sekali saja. Ingat sekali lagi terulang tindakan keributan seperti kejadian di Lapas Kerobokan dan Jalan Teuku Umar, maka jangan salahkan kalau pasukan saya tentara turun langsung untuk bertindak kasar. Demi keamanan Bali, tentara siap untuk bertindak," tegasnya.Di mata dunia, lanjutnya, Bali adalah daerah wisata yang cukup damai. Sehingga keberadaan ormas diharapkannya mampu menjaga Bali tetap kondusif. Tak cuma itu, dia juga meminta ormas turut menekan peredaran narkoba di Bali."Saya baca, di Indonesia ini Bali masuk daftar urutan ke tiga setelah Papua dari peredaran Narkoba. Generasi kita harus dijaga jangan sampai dihabisi oleh narkoba," pungkasnya.
Ormas di Bali diminta tak buat onar, atau tentara bakal bertindak
Ormas di Bali diminta tak buat onar, atau tentara bakal bertindak. Di mata dunia, lanjutnya, Bali adalah daerah wisata yang cukup damai. Sehingga keberadaan ormas diharapkannya mampu menjaga Bali tetap kondusif. Tak cuma itu, dia juga meminta ormas turut menekan peredaran narkoba di Bali.
Advertisement
Rekomendasi