Jangan ikut populerkan isu murahan di media sosial

Tak jarang isu seperti itu justru berujung fitnah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jangan ikut populerkan isu murahan di media sosial
Ilustrasi Media Sosial. ©2014 Merdeka.com

Isu-isu di media sosial semakin sulit untuk dibendung. Perlu filter dari diri sendiri untuk membatasi mana yang layak dikonsumsi. Tak jarang isu seperti itu justru berujung fitnah. Pengamat media sosial, Enda Nasution menilai bukan akhir-akhir ini saja media sosial dipakai untuk menyebarkan gosip. Menurutnya, justru gosip semacam ini baik soal artis atau politik disukai oleh masyarakat. Dia melihat memang ada orang yang tidak suka namanya diseret-seret lalu dikabarkan miring, tetapi ada juga yang menikmati. Tinggal masyarakat saja memilih mana yang benar dan hoax. "Jadi sebagai masyarakat sebenarnya ini pilihan. Kalau emang kita enggak suka atau kita tidak mendukung ya jangan ikut mempopulerkan," katanya kepada merdeka.com, Jumat (16/9). Menurutnya, jika merasa dirugikan dan merasa melanggar layanan bisa diadukan langsung misalnya ke twitter dan instagram. Jika sifatnya menyerang bisa langsung membuat laporan resmi ke pihak kepolisian."Kalau memang sifatnya menyebarkan kebohongan atau fitnah dan kita tahu orangnya kita bisa melaporkannya ke kepolisian," tuturnya. Dia juga menyarankan agar pengguna media sosial memantau sendiri akun-akun yang merugikan dirinya. "Mengorganisir sendiri ya misalnya bikin komunitas atau organisasi yang sifatnya memantau atau menjaga agar kemudian tidak makin banyak akun-akun yang sifatnya menyebarkan gosip atau kebohongan," tandasnya.

Rekomendasi