Pantau kebakaran hutan lewat udara, TNI AU lihat 2 orang kabur

Petugas langsung meminta pasukan darat mencari tahu siapa dua orang yang melarikan diri lihat pesat TNI AU.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Pantau kebakaran hutan lewat udara, TNI AU lihat 2 orang kabur
Hutan Lindung Bukit Suligi terbakar. ©2016 merdeka.com/abdullah sani

Satuan Tugas udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau dari TNI AU Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru memantau adanya aktivitas perambahan disertai pembakaran di hutan lindung Bukit Suligi Kabupaten Kampar, Minggu (11/9).Komandan Satgas Udara Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Riau, Marsekal Pertama Henri Alfiandi mengatakan, kebakaran hutan yang dilindungi negara ini terjadi di Muara Takus, Kecamatan XIII Kota Kampar, Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu.‎"Saat pesawat Sikorsky melaksanakan pemantauan, tampak para perambah keluar dari dan lari meninggalkan Camp menuju hutan," ujar Marsma Henri kepada merdeka.com melalui selulernya.Dikatakan Henri, di sekitar area yang terbakar terlihat aktivitas perambahan. Berdasarkan pantauan udara, tampak dua orang yang kabur keluar dari pondok yang ada di Bukit Suligi. Saat itu juga, Satgas Udara langsung menghubungi Satgas Darat untuk mengejar kedua pelaku.Pantauan Satgas udara juga terlihat kebakaran berada di salah satu puncak Bukit Suligi, terlihat kepulan asap putih membumbung di udara, bahkan ada rumah berbentuk semi permanen atau pondokan yang diduga menjadi hunian para perambah."Kita kerahkan satu helikopter untuk melakukan water bombing atau bom air di lokasi kebakaran," kata jenderal TNI AU bintang satu ini.Satgas Udara kemudian melaporkan kebakaran di lokasi tersebut ke Satgas Darat yakni TNI AD, Polri, BPBD dan manggala agni. Upaya dari darat diharapkan dapat melakukan pendinginan di lahan yang terbakar agar tidak merembet ke lahan lain. Polisi yang tidak ada di lokasi juga diharapkan dapat menangkap para pelaku.Kendala yang dialami Satgas Darat baik polisi maupun TNI AD untuk menangkap para perambah yakni lokasi hutan yang dirasa cukup jauh, bahkan medan juga sulit dilalui petugas darat lantaran hutan belantara yang mengelilingi TKP kebakaran."Kita sudah melakukan koordinasi dengan Satgas Darat di Kabupaten Kampar untuk mengatasi kebakaran di Bukit Suligi. Mudah-mudahan perambah-perambah itu segera ditangkap," pungkas Perwira Tinggi jebolan Akademi Angkatan Udara tahun 1988 ini.‎

Rekomendasi