Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa berharap Komisi I DPR dapat berhati-hati dalam meloloskan Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sebab, kata dia, bisa saja nantinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengungkit soal dugaan kepemilikan rekening gendut yang membuat Budi Gunawan kala itu batal menjadi Kapolri."Kalau kasus ditindaklanjuti ada 2 hal, pertama kasus rekening gendut," kata Desmond saat dihubungi, Jumat (2/9).Hal kedua, kata Desmond, yang perlu diwaspadai adalah dugaan bahwa Budi Gunawan mampu menggerakkan kepolisian dalam Pilpres 2014 untuk memenangkan Joko Widodo. Dia khawatir hal ini akan terulang di Pilpres 2019."Kedua kasus pada saat pemilihan Jokowi kemarin menggunakan aparatur kepolisian untuk pilih Jokowi. Apa yang terjadi di 2019 kalau jadi seperti itu?" katanya."Kami waspada saja, biar bagaimanapun BG pernah terlibat persoalan itu. Kalau ke depan dia berpihak ke PDIP dan Presiden bahaya juga," sambung Wakil Ketua Komisi III DPR ini.Selain itu, Desmond menambahkan apabila Fraksi Gerindra menolak pencalonan Budi Gunawan akan menjadi sesuatu hal yang sia-sia karena akan menjadi satu-satunya fraksi yang menolak. Maka dari itu, dia lebih baik menunggu respons dari masyarakat terkait pencalonan Budi Gunawan menjadi pimpinan BIN."Kalau kita tidak setuju kalah juga kita. Mengalir saja kita. Kita tunggu saja dari masyarakat. Kalau BG benar-benar untuk kepentingan negara kita harus kasih applause. Kalau untuk melemahkan rival-rival politik, BIN enggak ada guna," ujarnya.
Gerindra khawatir BG jadi KaBin buat menangkan PDIP & Jokowi di 2019
"Saat pemilihan Jokowi kemarin menggunakan aparatur kepolisian untuk pilih Jokowi," kata Desmond.
Rekomendasi