Atlet olahraga peraih medali olimpiade akan dibina di Olympic Center

Untuk pendanaan, Jokowi akan membentuk Yayasan Dana Olahraga sebagai wadah mengumpulkan anggaran dari CSR dan donatur.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Atlet olahraga peraih medali olimpiade akan dibina di Olympic Center
Tontowi dan Liliyana di istana. ©2016 Merdeka.com/rizky erzi andwika

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi fokus membina atlet di cabang olahraga yang pernah meraih medali Olimpiade. Imam menuturkan atlet di cabang olahraga yang pernah berprestasi di Olimpiade akan dibina di Olympic Center, kawasan Cibubur.

"Kita akan punya yang namanya Olympic Center. Pelatnas di sana, mulai tempat pelatihan, tempat tinggal, sampai dokter dan fasilitas lainnya sudah kita siapkan di Cibubur," kata Imam usai mendampingi kontingen Olimpiade 2016 menemui Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/8).

Imam menjelaskan selain cabang olahraga bulutangkis dan angkat besi yang berhasil meraih medali di Olimpiade 2016, cabang olahraga lainnya yang pernah meraih medali pada Olimpiade sebelumnya juga akan dibina lebih intensif. Contohnya cabang olahraga panahan yang pernah meraih medali perak saat Olimpiade 1988 di Seoul, Korea Selatan. Tak hanya itu, cabang olahraga atletik dan renang juga akan diikutsertakan karena dianggap potensial untuk meraih prestasi.

"Renang, atletik juga menjadi spesial karena di sana banyak nomor-nomor luar biasa yang bisa kita raih," katanya.

Untuk mewujudkan niatan tersebut, Imam mengaku membutuhkan dana besar. Namun, pada pertemuan tadi, Presiden Jokowi sudah menyetujui dibentuknya Yayasan Dana Olahraga sebagai wadah guna mengumpulkan anggaran.

"Bisa nanti bersumber dari CSR, dari donatur dan ini akan dikelola dengan baik transparan akuntabel. Dan peruntukannya jelas, masyarakat harus kontrol itu," ujarnya.

Rekomendasi