Ratusan korban kebakaran Kampung Lio tinggal di tenda darurat

Ismail menyebut ketersediaan susu dan makanan untuk balita kurang mencukupi.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Ratusan korban kebakaran Kampung Lio tinggal di tenda darurat
Warga Kampung Lio tinggal di tenda darurat. ©2016 Merdeka.com/Nur Fauziah

Ratusan warga Kampung Lio RT 001/RW 019, Pancoran Mas Depok yang menjadi korban kebakaran terpaksa tinggal di tenda penampungan yang disediakan Kementerian Sosial. Tercatat ada 44 kepala keluarga (KK) atau 183 jiwa yang menjadi korban kebakaran pada (9/8) siang. Berdasarkan pantauan, di lokasi terlihat ada empat tenda pengungsian untuk warga beristirahat, satu tenda posko kesehatan, posko dapur umum dan tenda kesekretariatan. Ketua RT 001/RW 019, Ismail mengatakan ratusan pengungsi berada dalam kondisi kekurangan bantuan. Menurutnya, warga hanya mendapatkan beras dan mie instan untuk makan. Selama ini, bantuan untuk pengungsi dibiayai pemerintah kota Depok dan karang taruna setempat. "Tapi kami berupaya tidak mie instan saja menunya. Bisa dibuatkan sayur dan lauk lainnya," kata Ismail di lokasi, Rabu (10/8). Dari ratusan pengungsi, 25 di antaranya adalah balita. Ismail menyebut ketersediaan susu dan makanan untuk balita kurang mencukupi. Stok susu dan makanan, katanya, hanya cukup sampai hari ini saja dan belum ada bantuan tambahan. "Sebenarnya susu formula, makanan untuk bayi dan pembalut. Memang sudah dibantu sama perorangan. Namun stok hanya untuk kemarin dan hari ini," jelasnya. Sama halnya dengan pengungsi lanjut usia (lansia) dan warga yang menderita stroke. Ada empat orang lansia dan dua penderita stroke yang memerlukan perawatan khusus. Selain itu, lanjutnya, ada 20 orang yang masih duduk dibangku sekolah yang juga memerlukan bantuan paket sekolah. "Perlakuan khusus bagi penderita stroke, mereka ditempatkan tenda pojo dengan menggunakan matras. Dan selalu ada dari Dinas Kesehatan yang menjaga," terang dia. salah satu korban bernama Darsih (43) berharap pemerintah segera memberikan bantuan kepada warga. Sebab, seluruh harta benda miliknya ludes terbakar. "Saya tadinya jualan gorengan tapi sekarang ludes, cuma baju ini aja," katanya. Sebelumnya, permukiman padat penduduk di Kampung Lio RT 001/RW 019 terbakar kemarin siang. Luas lahan yang terbakar sendiri sekitar 1.000 meter. Lahan itu diketahui milik warga bernama H. Sarin (alm). Dilahan itu terdapat puluhan bangunan semi permanen. Warga menyewa lahan tersebut pada keluarga H. Sarin.

Rekomendasi