Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus pengerusakan yang terjadi di diskotek Pyramid, Jalan Dewi Sri, Kuta, Bali, Senin (8/8) dini hari. Namun Polresta Denpasar masih kesulitan mengungkap penyebab terjadinya keributan antara klub SATUDARAH dengan karyawan Diskotek."Kita masih dalami, beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Termasuk beberapa orang yang sempat mendapat penanganan di rumah sakit," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo di Polsek Denpasar Selatan, Selasa (9/8).Polisi hingga kini belum bisa menentukan siapa dalang dari keributan tersebut. Alasannya karena melibatkan orang asing."Kita belum bisa tetapkan pelaku. Tetapi sudah mulai mengerucut kasus ini kita dalami, mengarah pada pelaku juga belum. Ya itu tadi, kesulitan kita orang asing," akunya.Mengenai korban luka-luka, dijelaskan Kapolresta tidak sampai ada yang rawat inap. "Ada dua orang dari pihak kelompok motor ini yang sempat harus mendapat perawatan medis. Satu orang asing asal Belanda dan satu dari lokal, juga satu dari pihak Pyramid," jelasnya.Lanjutnya, luka robek di tubuh salah satu anggota SATUDARAH yang berasal dari Belanda bukan luka tusuk. Katanya, dari keterangan dokter adalah luka terkena pecahan botol. "Bukan saya mengada-ada ya, ini murni dari pernyataan dokter bahwa luka robek pada warga Belanda ini akibat pecahan botol. Dilaporkan dalam luka 1,5 cm dan lebar 2 cm. Tadi malam sudah kita temui korban seluruhnya," pungkasnya.
Polisi kesulitan menetapkan otak kerusuhan klub SATUDARAH di Kuta
Kesulitan utama polisi lantaran pihak yang terlibat kerusuhan merupakan WNA.
Rekomendasi