Abdul Majid nabi palsu asal Karawang sempat alami gangguan kejiwaan

Saat itu kondisi kejiwaannya sangat parah, bahkan selama di padepokan Abdul Mujid harus dirantai besi.

Bram Salam
Oleh Bram Salam - Reporter
Abdul Majid nabi palsu asal Karawang sempat alami gangguan kejiwaan
pria penjual tiket ke surga. ©2016 merdeka.com/bram salam

Abdul Mujid, pria yang mengaku Nabi dan Rasul di Karawang, Jawa Barat, sempat dikirim pihak Kepolisian Resor Karawang ke tempat pengobatan ahli kejiwaan di desa Karokrok, Kecamatan Patokbeusi, Subang. Abdul bersama dengan lima pengikutnya menjalani pengobatan di padepokan yang dipimpin oleh supranatural Ghani.Selain untuk menjalani pengobatan, pria yang menistakan agama Islam dengan mengganti sahadat ini dibawa ke padepokan lantaran dirinya sempat mengaku pernah menimba ilmu di tempat tersebut. Sementara, pimpinan padepokan Ghani kaget dengan pengakuan Abdul Mujid yang mengaku pernah berguru kepadanya."Sebenarnya bukan anggota atau jamaah. Dia di sini dulu pernah menjadi pasien selama dua minggu, karena mengalami gangguan jiwa," kata Ghani, di Subang. Sabtu (6/7).Abdul Mujid menjalani pengobatan pada tahun 2008, bahkan saat itu kondisi kejiwaannya sangat parah. Apa lagi, selama di padepokan dia harus dirantai besi. "Di sini dia diobati tahun 2008," ujar Ghani.Ghani mengatakan setelah menjalani pengobatan Abdul Mujid yang mulai sembuh kejiwaannya kemudian meminta pulang. Kepada Ghani, dia mengaku ingin mengamalkan sejumlah keahlian yang sempat diajarkan Ghani."Ketika sembuh dia minta di ajarin pijit reflexsi. Nah dia mengaku sudah dan mau pulang. Ketika di rumahnya katanya mau mengamalkan ilmu dari sini untuk menolong orang," lanjut Ghani.Namun, belum lama setelah dia keluar, Ghani kaget mendapat informasi jika mantan pasiennya tersebut muncul dan mengaku sebagai Nabi dan Rasul kemudian diamankan Polisi."Makanya ketika kemarin ada polisi kerawang nganterin ke sini saya tidak tau apa-apa, makanya saya pagi-pagi lapor ke Polsek sana karena jamaahnya enggak kenal yang lain kecuali pak Haji mujid yang tadi bekas pasien saya itu," pungkas Ghani.Sementara, pada Sabtu (6/7) pagi, Abdul Mujid dan lima orang pengikutnya kemudian dijemput petugas Kepolisian dari Polsek Patokbeusi Subang dan diantarkan Polisi ke Karawang. Mujid sendiri mengatakan kalau dirinya akan kembali ke Padepokannya di Kecamatan Tegalwaru, Karawang sambil menunggu panggilan dari Polisi."Mau pulang ke Karawang, dari padepokan guru saya dan mau balik lagi kalau di sini sudah sejak malam Jumat kemarin," kata Abdul Mujid.Sebelumnya Abdul Mujid dan Lima orang pengikutnya diamankan petugas Kepolisian dari Sektor Pangkalan dan Polres Karawang atas dugaan menistakan agama Islam yaitu dengan mengganti dua kalimah sahadat, dan memperjual belikan tiket masuk surga senilai Rp 2 juta kepada warga di Karawang.Selain itu Abdul Mujid juga mengklaim dirinya sebagai Nabi dan Rasul baru setelah mendapat wahyu dari Tuhan. Pasca penangkapan terhadap Abdul Mujid dan pengikutnya, warga di sekitar padepokan Nabi Palsu itu, di Desa Setra, Kecamatan Tegalwaru Karawang. Kemudian menghancurkan Padepokan yang semula digunakan Abdul Mujid sebagai tempat tinggal dan penyebaran agamanya sejak tahun 2008 lalu.

Rekomendasi