Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Ahmad Nurani, menegaskan bahwa lembaga pendidikan dinaunginya tidak bekerjasama dengan Turki. Sekolah Kesatuan Bangsa merupakan milik yayasan Pendidikan Kesatuan Bangsa Mandiri."Kami menyatakan bahwa sekolah ini milik yayasan lokal yang berdiri secara resmi. Yayasan ini didirikan oleh Probosutedjo. Jadi sekolah ini tidak didirikan oleh asing tapi lokal," ujar Kepala sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta, Ahmad Nurani, Selasa (2/8).Pernyataan tersebut dilontarkan Ahmad Nurani untuk menanggapi pernyataan kedutaan besar republik Turki di Jakarta yang meminta pemerintah Indonesia menutup sembilan sekolah di Indonesia, pekan lalu. Sekolah-sekolah tersebut dituding dibawahi oleh yayasan Pasiad. "Kami tidak akan menutup sekolah ini," ujar Ahmad Nurani.Ahmad Nurani menjelaskan bahwa memang benar dulu Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta pernah bekerjasama dengan NGO Pasiad dari Turki. Namun, kerja sama berhenti mulai tertanggal 1 November 2015 atas pertimbangan aturan Kemendikbud No 31 Tahun 2014 tentang kerjasama penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan oleh lembaga pendidikan asing dengan lembaga pendidikan Indonesia.Sembilan sekolah yang diminta oleh kedutaan besar Turki di Indonesia yakni Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta, Pribadi Bilingual Boarding School di Depok, Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Sragen Bilingual Boarding School di Seragen, Faith Boy's di Banda Aceh, Faith Girl's School di Banda Aceh, dan Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan.
Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta tidak kerja sama dengan Turki
"Kami menyatakan bahwa sekolah ini milik yayasan lokal yang berdiri secara resmi."
Rekomendasi