Mau demo di Kemenpora, Bonek diusir polisi ke Stadion Tugu Koja

Para pendemo memastikan tidak akan bertindak anarkis selama menjalankan aksinya.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Mau demo di Kemenpora, Bonek diusir polisi ke Stadion Tugu Koja
Bonek menuju stadion tugu. ©2016 merdeka.com/adriana megawati

Sebagian pendukung Persebaya Surabaya sudah tiba di depan kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk berunjuk rasa. Mereka ingin menuntut pemerintah, utamanya Menpora Imam Nahrowi untuk memasukkan nama Persebaya ke dalam kompetisi liga.Pantauan merdeka.com, Selasa (2/8), para pendemo langsung memasang beberapa spanduk bertulisan Persebaya dan Komunitas Bonek Ngawi 1927 di halte Kemenpora. Mereka mengaku sudah tiba di Jakarta sejak Jumat (29/7) lalu dan tiba Minggu (31/7) pagi.Karena tiba lebih awal, mereka memilih menunggu rekan-rekannya yang menumpang kereta api tiba di Stasiun Senen dan bergabung dengan bonek asal Ngawi itu. Namun, aksi tak berlangsung lama karena beberapa personel kepolisian mendatangi mereka.

Petugas meminta para pendemo untuk tak menggelar aksinya di depan Kemenpora dan meminta agar berpindah ke Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara. Para pendemo mengamininya dan naik ke atas mobil komando untuk menggelar aksi di tempat yang sudah ditentukan."Kita cuma nuntut Persebaya balik lagi ke PSSI. Selebihnya kita enggak anu, kita cuma itu aja," kata Koordinator Bonek Ngawi, Nugroho.Ratusan bonek yang merupakan kelompok suporter Persebaya akan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Gelora Bung Karno, Jakarta. Aksi tersebut akan mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengungkapkan, jumlah pendemo dilaporkan antara 300 sampai 400 orang. Mereka akan tiba di Stasiun Senen sekitar pukul 08.00 WIB."Jadi sampai tadi pagi mau masuk ke Jakarta jam 09.00-10.00 WIB, jumlahnya antara 300-400 orang, tapi belum tahu apakah mereka sudah sampai atau belum," ungkap Awi saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (2/8).

Rekomendasi