Artis Tamara Bleszinsky menolak tawaran damai dari pelaku penganiayaan, Wayan Sobrat, dan memilih melanjutkan proses hukum. Penyebabnya, dia mengaku risih lantaran didatangi oleh orang-orang suruhan Sobrat.Menurut Tamara, orang-orang suruhan Sobrat datang ke kediamannya di Jalan Villa T7, Batumejan, Echo Beach Canggu, Kuta Utara, pada Selasa (26/4) sore."Kemarin sore ada orangnya Sobrat ke rumah, sekitar pukul 14.15 WITA. Awalnya dua orang, lalu datang lagi dua orang. Katanya suruhan Wayan. Saya kaget karena sendiri di rumah," kata Tamara di Denpasar, Rabu (27/4).Tamara lantas meminta dukungan terhadap tokoh spiritual Bali, Gusti Ngurah Arta, yang akrab disapa Tu'Rah. Dia mengaku sempat menegur anak buah Sobrat."Saya sempat tegur mereka, kalau masuk tahu etika. Mereka menunjukkan video berisi permintaan maaf dari Sobrat," ujar Tamara di kediaman Turah Artha, Jalan Tukad Citarum, Denpasar.Tamara menyatakan, kedatangan orang suruhan Sobrat membuatnya tertekan. Apalagi saat itu hanya ada penjaga taman dan anaknya di rumah."Kalau sudah begini kami akan teruskan (proses hukum). Memang mereka tidak mengancam, tapi sudah masuk ruang pribadi orang," imbuh Tamara. Mantan istri pesohor Mike Lewis ini mengaku tidak mempersoalkan jika harus menempuh jalur damai. Namun dia meminta jaminan Sobrat tidak mengulangi tindakan itu. Meski begitu, syarat itu tidak terpenuhi.Ketika disinggung apakah d bali penganiayaan itu ada motif asmara, Tamara hanya diam sembari mengerutkan alisnya.
Tamara Bleszinsky menolak berdamai dengan pelaku penganiayaan
Tamara merasa tertekan dengan ulah Wayan Sobrat.
Advertisement
Rekomendasi