"Kalau pak polisi bohong, saya mau cegat motor di trotoar lagi!"Itulah satu kalimat pedas dan polos yang tercetus dari bibir Daffa Farros Oktoviarto, bocah 9 tahun. Daffa ramai diperbincangkan karena aksi beraninya mencegat motor di trotoar.Hari ini, dia bertemu Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh di Jalan Gubernur Budiono, Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (22/4)."Lho kenapa harus mencegat lagi. Apa nggak ada lagi pak polisi yang jaga di situ?" tanya Ganjar.Daffa mengatakan, di sekitar Jalan Raya Jenderal Sudirman, kawasan Kalibanteng, Kecamatan Semarang Barat, memang ada Pos Polisi penjagaan di sana. Namun, pos polisi tersebut sering kosong."Ada tenda polisi (pos polisi) di deket situ. Tapi tidak ada polisinya kosong. Yang ada hanya meja saja. Nggak ada pak polisinya," terangnya.Sejak namanya ramai diberitakan, Daffa mengaku tidak lagi mencegat pemotor seperti sebelumnya. Tapi, selama itu pula dia tak melihat ada polisi yang mau berjaga agar pemotor tak naik trotoar.Diakui Murti, nenek Daffa, pihak kepolisian sudah memberikan imbauan kepadanya agar sang cucu tidak lagi melakukan hal nekat tersebut.Ganjar sempat bertanya pesan apa yang disampaikan polisi padanya. "Tanyakan ke nenek saja. Wong yang ketemu sama pak polisi kan nenek saya Pak Ganjar," celetuk Daffa polos.Murti hanya bisa tersenyum melihat tingkah polah Daffa.Dalam kesempatan yang sama, Ganjar mengungkapkan aksi Daffa adalah pesan moral dari seorang bocah polos."Mudah-mudahan pesan ini jadi pesan moral. Dia harus kita arahkan agar jadi anak yang konsisten tapi setidaknya, dia sudah mencubit seluruh orang, mencuri perhatian seluruh orang bahwa ada keinginan seorang Daffa dengan kepolosanya," ujar Ganjar.Kepada masyarakat, Ganjar mengimbau kejadian ini untuk bisa diambil hikmahnya supaya bisa membiasakan perilaku tertib sebagai pengguna jalan raya."Tertib dong. Ini kan trotoar bukan jalan umum. Mudah-mudahan pesan ini menjadi pesan moral kepada semuanya untuk tertib," tegas politisi PDI Perjuangan ini.Selain itu, kata dia, keberanian Daffa hendaknya membuat Dinas Perhubungan (Dishub) dan anggota polisi dan jajarannya malu."Bukan otokritik saja. Kalau ini sudah ngampleng (tamparan)!" pungkas Ganjar.
Daffa: Kalau pak polisi bohong, saya cegat motor di trotoar lagi!
Ganjar mengatakan, keberanian Daffa harusnya menjadi tamparan untuk Dinas Perhubungan dan kepolisian.
Rekomendasi