Usulan penggantian mobil dinas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Barat dengan jenis Toyota Fortuner seolah merongrong Pemerintah Provinsi Jabar. Tak ingin terus berpolemik, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, menyatakan bakal membicarakan usul dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, merasa enggan menjadi sasaran cibiran, jika meloloskan pembelian mobil dinas baru, ditaksir bisa mencapai Rp 50 miliar. Asumsinya, harga mobil Toyota Fortuner sekitar Rp 500 jutaan, dan dikalikan 95 anggota dewan yang ada."Kalau sudah terbuka seperti ini kan artinya kita semua harus nyaman. Kalau kemudian pindah ke Gubernur, nanti saya didemo. Saya juga enggak mau didemo. Artinya lempar bola panas. Akan dikonsultasi ke pemerintah yang lebih atas dari provinsi," kata Aher di Bandung, Kamis (14/4).Aher mengaku tidak ingin polemik usulan pembelian mobil itu berkepanjangan. "Kami tidak ingin lempar-lemparan. Kenyamanannya konsultasi ke Mendagri. Besok lusa juga bisa. Tunggu saja. Nanti bisa ditanyakan ke Kemendagri," ucap Aher.Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, menyerahkan rencana pembelian mobil pada biro Pengelolaan Barang Daerah (PBD) Pemprov Jabar. Sejauh ini, mobil dinas yang disebut Ineu adalah pinjam pakai, belum bisa diputuskan karena pengajuan mobil dinas baru masuk ke pimpinan DPRD."Tanya ke biro Pengelolaan Barang Daerah (PDB) ya. Belum ada sama sekali disampaikan ya. Mekanismenya harus ada usulan pinjam pakai, dari anggota, pimpinan, dan ke Pemprov Jabar," kata Ineu di Bandung.Ineu mengatakan, usulan itu juga berasal dari anggota masing-masing yang akan sampai ke pimpinan. Hanya saja usulan belum diutarakan."Pinjam pakai memang usulan anggota, nanti DPRD menyampaikan. Sampai saat ini belum disampaikan," ucap Ineu.Ineu menambahkan, selama ini mobil yang dipakai para anggotanya, yakni Toyota Rush dan Toyota Innova, juga berstatus pinjam pakai. "Selama ini pinjam pakai memang ada. Kita belum resmi mengajukan ke Pemprov Jabar," tutup politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Ogah disalahkan, Aher bakal tanya Mendagri soal Fortuner DPRD Jabar
Aher mengaku enggan jadi sasaran unjuk rasa jika meloloskan permintaan itu.
Rekomendasi