Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal menuturkan, pihaknya akan menelusuri provokator demonstrasi ribuan sopir taksi konvensional yang diwarnai pengerusakan dan aksi anarkis di beberapa ruas jalan Jakarta.
Untuk mencari provokator dan pelaku, kepolisian akan melacaknya melalui media sosial dan rekaman yang beredar.
"Yang sudah unjuk rasa diatur UU tapi diatur juga tidak boleh anarkis. Yang sudah terlihat anarkis, di tv dan medsos, kami akan lakukan penyelidikan. Upaya paksa, penangkapan. Itu jadi bukti bagi kami. Ini negara hukum," kata Iqbal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/3).
Iqbal menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan 60 driver ojek online. Langkah ini diambil untuk menghindari aksi balas dendam dan bentrokan.
"Tim kita juga komunikasi ke taksi dan ojek online untuk meredam agar tidak mobilisasi massa. Kita maksimal, pantau, deteksi. Jangan ada yang memobilisasi ojek online. Kami imbau, GO-JEK dan taksi online meredam. Tidak mobilisasi massa. Tidak keluar. Tidak perlu tersinggung," katanya.
Iqbal menegaskan bahwa situasi saat ini sudah kondusif. Masyarakat tak perlu takut melakukan aktivitas seperti biasanya. "Bagi masyarakat tidak perlu takut, tapi pilih jalan," ucapnya.