Sopir omprengan diduga dianiaya akan divisum, Kang Emil santai

Ridwan merasa perlu bertindak tegas karena angkutan omprengan menimbulkan banyak kesulitan.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Sopir omprengan diduga dianiaya akan divisum, Kang Emil santai
Ridwan Kamil. ©2016 merdeka.com/andrian salam wiyono

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil merasa bingung dengan seorang sopir omprengan bernama Taufik Hidayat, mengaku telah dianiaya oleh dia. Emil, sapaan akrabnya, mengakui ada kontak fisik, tetapi tidak terjadi penamparan atau pemukulan.Emil mengaku hanya memegang pipi sang sopir, lantaran saat diberi arahan Taufik selalu mengalihkan penglihatannya. Pria berkaca mata itu kemudian menyuruh Taufik keluar mobil dan menunjuk dada sambil menjelaskan pelanggaran."Dramanya yang menyentuh dadanya. Enggak ada yang lebay. Cek fisik, visum? Apa yang mau divisum," kata Emil, di Bandung, Senin (21/3).Ridwan merasa tindakan menyulut emosi itu juga bukan tanpa alasan. Sebab, sudah belasan kali diperingatkan supaya omprengan tidak lagi beroperasi, karena selama ini sopir angkutan umum resmi dan Damri mengeluhkan keberadaan omprengan menempuh rute jalur tengah."Ini angkutan ilegal yang sudah bertahun-tahun dengan komplotan dengan pola premanisme. Ada sopir ilegal, ada memaksa warga suruh naik. Itu laporan yang masuk," ujar Ridwan."Angkot (resmi) pada resah, karena diambil jalur ini. Kalau ada kecelakaan, si penumpang enggak bisa diasuransikan. Kami Pemkot kewajiban tertibkan agar bisa dilindungi. Di sini saya ingin melindungi warga Bandung," tambah Ridwan.Ridwan mengaku bisa saja melaporkan balik pelapor, sebab fakta dilayangkan dianggap berlebihan. Dia merasa tidak mungkin melakukan penganiayaan, apalagi di Alun-Alun siang itu sedang banyak warga."Di dalam (omprengan) ada penumpang. Warga banyak. Polisi juga ada di sana," tutup Ridwan.

Rekomendasi