Sebanyak 201 juta dari total 290,1 juta penduduk Indonesia kini berada pada usia produktif, yakni 15-64 tahun. Dari kelompok tersebut, Generasi Z (Gen Z) menjadi generasi dengan jumlah terbanyak.
Data itu disampaikan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I 2026 per 30 Juni 2026.
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan penduduk usia produktif mencapai 201.060.449 jiwa atau sekitar 69,3 persen dari total populasi Indonesia.
"Alhamdulillah, dari 290,1 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 201 juta atau 69,3 persen merupakan usia produktif," kata Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurut Teguh, komposisi tersebut menjadi modal besar bagi Indonesia karena rasio penduduk produktif jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia nonproduktif. Kondisi ini dinilai membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi melalui bonus demografi.
Namun, ia mengingatkan bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan layanan kesehatan.
"Mudah-mudahan bonus demografi ini bisa mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, dengan syarat pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja terus diperkuat," ujarnya.
Teguh menjelaskan, kelompok usia 15-19 tahun menjadi yang paling banyak dalam struktur penduduk produktif, disusul kelompok usia 20-24 tahun. Sementara itu, penduduk lanjut usia tercatat sekitar 7,9 persen dari total populasi.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan komposisi generasi, Gen Z menjadi kelompok terbesar di Indonesia, diikuti generasi milenial.
"Penduduk kita yang paling banyak adalah Generasi Z, disusul milenial. Karena itu, kalau ingin membawa Indonesia ke depan, kita harus mampu berkomunikasi dan menyiapkan kebijakan yang sesuai dengan karakter kedua generasi tersebut," kata Teguh.