Mutilasi dukun santet di Malut berawal saat seorang warga kerasukan

Yang membuat keluarga curiga Suhaida disantet ketika dia berjalan menuju rumah nenek Nuryan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mutilasi dukun santet di Malut berawal saat seorang warga kerasukan
Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Nenek Nuryan Umanahu (70) tewas dimutilasi warga Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (21/3). Dia diduga menyantet seorang warga bernama Suhaida Soamole.Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Zulkarnain menerangkan, peristiwa itu terjadi ketika Suhaida tiba-tiba kerasukan berteriak 'takut sama nenek'. Melihat Suhaida kerasukan, sang suami Sukri Sapsuha terkejut dan panik. Sukri kemudian membawa Suhaida ke rumah kakaknya bernama Hamjad Sapsuha meminta pertolongan untuk menyadarkan istrinya."Hamjad Sapsuha memercikkan air ke wajah Suhaida, lalu saat itu pula keadaan Suhaida dalam kondisi mulut menjadi bengkok dan mata kiri tertutup," kata Zulkarnain kepada merdeka.com, Senin (21/3).Keluarga makin cemas lantaran Suhaida tak kunjung sadar. Dan yang membuat keluarga curiga Suhaida disantet ketika dia berjalan menuju rumah nenek Nuryan. Suami beserta warga membuntuti Suhaida karena ingin mengetahui apa yang dilakukannya."Sesampainya di depan rumah korban, Suhaida langsung pingsan," ungkapnya.Kecurigaan warga makin kuat saat melihat Suhaida pingsan, mereka kemudian mencari korban. Namun, kala itu nenek Nuryan tak berhasil ditemukan.Tak puas, warga kembali mendatangi kediaman korban Minggu (20/3). Ternyata korban berada di rumah menantunya."Hamjad mendorong pintu kamar korban dan langsung memotong korban, dengan cara mengayunkan sebilah parang dan mengenai punggung belakang korban," terang Zulkarnain.Tak hanya itu, suami Suhaida dan juga warga membabi buta memutilasi korban dengan sadis. "Sukri juga memotong korban dengan sebilah parang dan disusul dengan para tersangka lainnya yang masuk dan memukuli korban hingga korban meninggal dunia," imbuhnya.

Rekomendasi