Ide Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang akan memotong gaji PNS (pegawai negeri sipil) buat menyokong dana Rio Haryanto berlaga di ajang Formula 1 kembali ditentang. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pemotongan gaji itu berpotensi melanggar hak perseorangan."Saya tidak setuju ada pemotongan gaji PNS. Itu melanggar hak perseorangan. Penghimpunan dana untuk Rio bisa dilakukan dengan cara lain yang lebih elegan," ujar Rudy, panggilan akrab Hadi Rudyatmo, kepada wartawan disela pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Taman Cerdas Mojosongo, Solo, Selasa (8/3).Menurut Rudy, pemotongan gaji PNS kesannya diwajibkan tidak diperbolehkan. Kendati demikian, Rudy mempersilakan siapapun hendak membantu Rio, tetapi sifatnya sukarela."Harus sukarela, jangan dipaksakan, silakan kalau sukarela. Dalam waktu dekat saya juga akan bertemu dengan Pak Jusuf Kalla, saya juga ingin menyampaikan usulan mengenai hal ini," kata Rudy.Di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rudy menjanjikan bakal menyampaikan cara menghimpun dana bantuan sosial dari Badan Usaha Milik Negara, atau dari perusahaan-perusahaan nasional."Ini seperti yang dilakukan Malaysia untuk mendanai dua pembalapnya ke ajang F1, dengan dana dari Petronas," ucap Rudy.
Wali Kota Solo menentang ide gaji PNS disunat buat Rio Haryanto
Menurut Rudy, ide Menpora itu cenderung menzalimi PNS.
Rekomendasi