Suasana berkabung masih menyelimuti rumah duka salah satu pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Ahmad Watik Pratiknya. Watik tutup usia pada Jumat (19/2) pukul 18.10 WIB di Rumah Sakit Islam Jakarta.Sosok almarhum Watik ternyata memiliki kedekatan emosional dengan Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie."Pak Watik itu sahabat saya. Saat saya senang dan susah selalu bersama. Hubungan saya dengan almarhum itu tentang kesetiaan," kata anak kedua Watik, Rifqi Fauzi menirukan Habibie yang datang menyelawat, Sabtu (20/1).Rifki mengungkapkan hubungan antara ayahnya dengan Habibie lebih dari rekan kerja. Jika banyak orang yang dekat hanya karena kepentingan tertentu, tapi ia tidak melihat itu pada dua sahabat yang itu. Saat Habibi jatuh sekalipun, dia masih melihat betapa ayahnya itu tetap bersahabat dengan presiden ketiga Indonesia itu."Saya kira hanya persahabatan yang saya lihat. Saat Pak Habibie jatuh saya melihat betapa bapak loyal kepada beliau," kenang Rifqi.Kedekatan keduanya juga diikuti oleh para anak-anaknya. Rifqi mengaku sangat dekat dengan Habibie. Saking dekatnya, ia memanggil Habibie dengan sebutan eyang."Kami dengan keluarga Pak Habibie, dekat sekali. Saya manggilnya Eyang. Enggak boleh pak katanya," tutur Rifqi.Menurut Rifqi, keduanya memang memiliki ketertarikan yang sama tentang cita-cita bangsa. Hal ini yang mungkin menjadikan keduanya tetap bersahabat hingga maut yang memisahkan.Ia mengaku tidak pernah tahu awal mula ayahnya itu bertemu dengan Habibie. Namun, Habibie lah yang meminta ayahnya untuk pindah ke Jakarta untuk menemani dirinya dalam mewujudkan cita-cita luhur untuk membangun bangsa."Mereka punya interest bersama untuk membangun bangsa. Beliau-beliau ini kenal sebelum berdirinya ICMI,"Almarhum Watik Pratiknya meninggal di usia 68 tahun dengan meninggalkan seorang istri, enam orang anak dan delapan cucu. Almarhum dikebumikan di Tanah Kusir pada hari Sabtu pukul 10.30 WIB.
Cerita persahabatan almarhum Ahmad Watik dan Habibie
Watik tutup usia pada Jumat (19/2) pukul 18.10 WIB di Rumah Sakit Islam Jakarta.
Rekomendasi