Penggunaan bom ikan (bomdet) kembali marak di kawasan Pulau Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Menurut Kepala Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Fauzi, perilaku justru dilakukan oleh nelayan dari luar daerahnya."Saya banyak mendapat laporan dari nelayan-nelayan, yang melihat ada nelayan luar, seperti dari Ketapang, yang menggunakan bom ikan untuk menangkap ikan di kawasan Karimata," kata Fauzi saat dihubungi di Sukadana, seperti dilansir dari Antara, Senin (1/2).Fauzi menyangkal tudingan selama ini menyatakan nelayan di wilayahnya kerap menggunakan bom ikan. Dia mengatakan, masyarakat nelayan di Pulau Karimata sudah lama meninggalkan hal itu, dan mulai menangkap ikan dengan sistem bubu yang ramah lingkungan."Kami berharap, aparat atau instansi terkait menindak tegas para nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom ikan itu, karena merusak karang dan lingkungan, sehingga berdampak akan semakin berkurangnya hasil tangkapan nelayan kami ke depannya," ujar Fauzi.Fauzi menambahkan, saat ini nelayan di Kepulauan Karimata sudah mulai memahami dampak negatif dari menggunakan bom ikan. Sehingga saat ini mereka sangat membenci penggunaan bom untuk menangkap ikan. Salah seorang nelayan dari Desa Padang Kepulauan, Kecamatan Karimata yang namanya enggan disebutkan menyatakan, dia melihat ada sekitar tiga unit kapal nelayan pengebom ikan dari Kabupaten Ketapang berlabuh di Pulau Buan, Kecamatan Kepulauan Karimata."Kapal-kapal itu bekerja malam hari, atau jika pada siang hari di saat-saat tidak ada kapal yang melintas," kata nelayan itu.Menurut dia, dari hasil tangkapan, ikan ditangkap dengan menggunakan bom ikan memiliki ciri-ciri dari remuknya tulang belulang ikan. Sehingga ikan terlihat lembek ketika ditegakkan dengan cara memegang bagian kepala di bawah dan ekor di atas. Selain itu, ikan akan lebih mudah rusak atau hancur karena dampak ledakan bom ikan.Dia menambahkan, ciri-ciri kapal nelayan asal Ketapang menggunakan bom ikan, yakni pada bagian atas kapal (geladak) banyak disimpan bubu ikan, dan terdapat satu buah sampan kecil."Bom-bom ikan yang biasa mereka gunakan untuk mengebom itu disimpan di bawah lunas kapal, sebagai upaya menyembunyikan barang bukti jika sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan aparat atau instansi terkait," ujar dia.
Bom ikan marak lagi di Karimata, diduga dilakukan nelayan luar
Nelayan setempat resah tangkapan mereka anjlok kalau bom ikan terus dipakai.
Baca Juga
Ketika Bullying Berubah Ledakan Bom
Advertisement
Rekomendasi