Goenawan Mohamad dkk mengenang Ben Anderson

Ben pernah dicekal selama 27 tahun, karena dianggap membahayakan pemerintah pada masa Orde Baru.

Adriana Megawati
Oleh Adriana Megawati - Reporter
Goenawan Mohamad dkk mengenang Ben Anderson
Benedict Anderson. ©doc. Cornell University

Benedict Richard O'Gorman Anderson atau akrab disapa Ben Anderson merupakan seorang peneliti yang sangat terpesona dengan sejarah modern Indonesia. Ben pernah dicekal selama 27 tahun, karena dianggap membahayakan pemerintah pada masa Orde Baru. Masa itu merupakan masa yang sangat menyiksa bagi Ben karena saat itu dia sering mengisi kuliah umum yang bertema anarkisme dan nasionalisme di kampus Universitas Indonesia. Sang Indonesianis ini kemudian meninggal dunia 13 Desember lalu karena serangan jantung di Batu, Malang, Jawa Timur."Salah satu yang paling saya ingat tentang Ben saat dia mengatakan ini kepada saya 'kemerdekaan adalah hak semua bangsa. Nasionalisme Indonesia, adalah siapa saja yang menganggap Indonesia tidak peduli ras, suku dan bangsa'," ucap budayawan, Goenawan Mohamad dalam diskusi di Gedung Tempo, Jakarta, Rabu (20/1).Dia mengatakan, sosok Ben yang sangat bersahaja dan sangat mencintai Indonesia. Hingga akhir hayatnya, Ben ingin dikremasi dan abunya di larung dilaut Jawa Indonesia. Menurutnya cara pandang Ben yang sangat menginspirasinya selama ini.Selain itu menurut pengajar bahasa dan budaya Indonesia di Australian National University, Amrih Widodo, sosok Ben, merupakan seseorang yang sangat nasionalis dan merangkul para orang-orang yang terkucilkan."Ia sering berkorespondensi dengan orang-orang yang terkucilkan. Semoga dia terus memberikan inspirasi bagi kita," pungkas Amrih Widodo.

Rekomendasi