Hari ini Anak buah OC Kaligis, M Yagari Bhastara alias Gerry kembali di sidang terkait kasus penyuapan hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Sidang hari ini diagendakan mendengarkan keterangan terdakwa yaitu Gerry.Dalam persidangan, Gerry mengakui selama mengurus perkara di PTUN Medan dirinya diberi uang saku Rp 10 Juta dari Firma Kaligis (Kantor OC Kaligis). Ketika dicecar oleh Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febi, pihak JPU menanyakan apakah terdakwa pernah menerima uang saku untuk memuluskan gugatan permohonan yang diajukan OC Kaligis di PTUN Medan."Apakah terdakwa menerima uang saku dari kantor ketika berangkat ke Medan untuk ke PTUN Medan?" tanya JPU Febi di Ruang Sidang Tindak Pidana Korupsi, Kemayoran, Jakarta, Rabu (20/1)."Uang saku pengacara untuk asisten lawyer dapat Rp 10 juta setiap berangkat ke Medan dapat uang saku," jawab Gerry.JPU KPK, Febi pun tak puas dengan jawaban Gerry. Pihak JPU pun bertanya kembali mengenai uang saku yang didapat oleh Gerry."Saya dapat dari staf keuangan firma hukum Kaligis, Yeni Oktarinan Misnan atau Yeyen," jelas Gerry.Kemudian Gerry pun mengakui bahwa setiap berangkat dari Jakarta ke Medan untuk mengurus perkara Bansos Sumatera Utara yang melilit Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho dibekali dana oleh pihak istri kedua Gatot, Evy."Kan uang itu dari Bu Evy buat berangkat ke Medan tapi uangnya harus ke kantor dulu dan bu Yeni kasih ke saya," beber Gery.JPU KPK pun bertanya kembali apakah Gerry diberikan uang saku langsung sebelum keberangkatan ke Medan."Setiap berangkat ga langsung dikasih, kadang-kadang dikasih, kadang-kadang belum. Kemudian, kantor juga menanggung tiket untuk ke Medan. Tiket ditanggung Pemprov, untuk PTUN tidak melalui kantor dan hotel juga diurus mereka," tandas Gerry. Gerry merupakan anak buah OC Kaligis yang tertangkap tangan memberikan uang suap kepada tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan.
Anak buah Kaligis akui diberi uang saku Rp 10 juta oleh istri Gatot
"Kan uang itu dari Bu Evy buat berangkat ke Medan tapi uangnya harus ke kantor dulu," ujat Gerry.
Advertisement
Rekomendasi