Kesalahan manajemen, 32 mahasiswa Sastra Arab UI gagal lulus

Salah satu solusi yang diminta mahasiswa ke kampus dengan menggelar semester pendek.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Kesalahan manajemen, 32 mahasiswa Sastra Arab UI gagal lulus
Kampus UI Depok. ©2012 belladanhalabsurdgakpenting

Sebanyak 32 mahasiswa Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI) angkatan 2012 terancam gagal lulus pada semester ini. Hal ini lantaran adanya kesalahan dan miss komunikasi antara manajemen Program Studi (Prodi) Sastra Arab dan mahasiswa.Mahasiswa tersebut belum mengambil mata kuliah wajib yaitu Perkembangan Sastra Arab. Mata kuliah wajib itu tidak pernah dibuka, apalagi diinstruksikan oleh manajemen Prodi Sastra Arab UI untuk diambil oleh mahasiswa di semester III.Untuk itu, mahasiswa Sastra Arab protes dan mendesak manajemen menemukan solusi agar tak membatalkan kelulusan 32 mahasiswa ini. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya UI, Agus Fuat, mengatakan lulusnya ke 32 mahasiswa Sastra Arab terancam. Padahal, syarat pendaftaran wisuda paling lambat diserahkan Jumat (22/1).Pada 14 Januari 2016, kata dia, para mahasiswa sudah melakukan dialog dengan jajaran manajemen Prodi Sastra Arab UI untuk membahas kasus ini. Hasilnya, Prodi tetap mewajibkan 32 mahasiswa untuk mengambil mata kuliah wajib pada semester depan tahun ini. Dengan begitu, status kelulusan para mahasiswa di semester ini terancam dibatalkan."Kami kecewa atas keputusan manajemen Prodi yang merugikan mahasiswa. Sebab ini terjadi bukan karena kesalahan mahasiswa.Sangat disayangkan karena mahasiswa juga yang dirugikan akibat mismanajemen yang dilakukan Prodi," ujar Fuat di Depok, Jawa Barat, Rabu (20/1).

Dari 32 mahasiswa yang batal lulus tersebut, terdapat tujuh orang yang sudah melaksanakan sidang skripsi dan sisanya sudah menyelesaikan 144 SKS tanpa skripsi."Jadi semua sudah bisa lulus semester ini. Tapi karena ada mata kuliah wajib itu, kami bisa tidak diluluskan," jelas dia.Salah satu mahasiswa yang terancam batal lulus, NQ mengungkapkan selama ini Prodi Sastra Arab UI tidak pernah meminta mahasiswa untuk mengambil mata kuliah Perkembangan Sastra Arab. Setiap semester, lanjut dia, mahasiswa selalu berkoordinasi dengan Prodi untuk mata kuliah yang harus diambil."Jadi kami merasa Prodi tidak pernah mewajibkan mahasiswa angkatan 2012 untuk mengambil mata kuliah yang dimaksudkan," jelas dia.Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI, Adrianus Waworuntu, menjelaskan kasus ini terjadi karena adanya kesalahan komunikasi antara manajemen Prodi Sastra Arab dan mahasiswa. Menurut dia, setiap fakultas dan jurusan memiliki prosedur dan ketentuan masing-masing untuk kelulusan mahasiswa termasuk mata kuliah wajib yang harus diselesaikan."Karenanya ini memang menjadi tanggung jawab manajemen di program studi Arab," kata Adrianus.Dia mengaku bakal memanggil manajemen Prodi Sastra Arab dan mahasiswa untuk menemukan solusi."Kita akan bicarakan lagi hal ini, Senin depan, sembari saya cek case by case. Yang pasti saya tidak bisa luluskan mahasiswa tanpa memenuhi persyaratan akademik di antaranya sudah mengambil mata kuliah wajib," pungkas dia.

Rekomendasi