Dinasti politik tumbang di Pilkada serentak

Di Bantul, calon terkuat kalah oleh pendatang baru. Sedangkan di Sulsel, dinasti Yasin Limpo kalah di Soppeng.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Dinasti politik tumbang di Pilkada serentak
Ilustrasi Pilkada Serentak. ©2015 Merdeka.com

Pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2015 memberi banyak kejutan. Selain melahirkan figur-figur baru, juga menandakan berakhirnya dinasti politik yang didasarkan pada unsur kekeluargaan di suatu pemerintahan daerah.Namun memang yang perlu menjadi catatan bahwa menang atau kalah saat ini baru didasarkan pada hasil sementara hitung cepat versi lembaga survei. Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak penyelenggara pemilu, belum mengumumkan hasil resmi pemenang Pilkada. Di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, hasil Pilkada di sana membuat banyak orang tercengang. Sri Surya Widati, petahana yang juga istri mantan Bupati Bantul Idham Samawi yang berkuasa sejak tahun 1999 dikalahkan pendatang baru, yakni Suharsono.Hasil hitung cepat yang digelar MetroTv, Suharsono yang menggandeng Abdul Halim Muslih unggul dengan 53,46 persen suara. Sementara Sri Surya Widati-Misbakhul Munir memperoleh 46,54 persen suara.Awalnya memang Suharsono dipandang sinis saat awal kali kemunculannya mendaftar sebagai peserta Pilkada. Bahkan dia dituding sebagai calon 'boneka', alias pelengkap bagi rivalnya Sri Surya Widati.Terkait tudingan tersebut, Suharsono membantah. Sebab sejak awal keputusannya untuk maju dalam Pilkada sudah satu tahun yang lalu.

"Saya ini tidak muncul tiba-tiba. Saya sudah mempersiapkan setahun yang lalu, jauh hari sebelum pilkada ramai," terang pensiunan polisi dengan pangkat AKBP ini saat ditemui wartawan, Kamis (10/12).Sementara itu di Pilkada Soppeng, Sulawesi Selatan, dinasti Yasin Limpo juga tak berdaya. Berdasarkan hitung cepat Celebes Research Center (CRC), besan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Lutfi Halide kalah dari lawan beratnya Andi Kaswadi Razak-Supriansah (Akar Super)."Suara yang masuk itu belum ada yang 100 persen dan metode kita itu 'multistage random' atau acak. Jadi tidak semua TPS kita ambil," ujar Direktur CRC Herman Heizer di Makassar, Kamis (10/12). Demikian tulis Antara.Berdasarkan pemantauan proses hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lebaga survei di Makassar, Lutfi Halide yang berpasangan dengan Zulkarnain Soetomo anak dari Bupati Soppeng periode 2005-2015 Andi Soetomo, tertinggal perolehan suaranya dari pesaingnya itu.Sejumlah lembaga survei yang melakukan proses hitung cepat (quick count) yakni; Jaringan Suara Indonesia (JSI), Pandawa Research, Celebes Research Center (CRC), Indeks Politica Indonesia (IPI), Duta Politica Indonesia (DPI) Anggoro dan DMayors.

Khusus Jaringan Suara Indonesia (JSI), Pandawa Research, Celebes Research Center, dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar konfrensi pers di salah satu hotel di Makassar.Di Kabupaten Soppeng, Lutfi Halide yang berpaket dengan Andi Zulkarnaen Soetomo kalah tipis dari pasangan Andi Kaswad Razak-Supriansah (Akar Super) dengan hanya memperoleh suara 42 persen, sementara Andi Kaswadi mencapai 57 persen.Herman Heizer mengatakan, selain jumlah data yang masuk, hasil perhitungan cepat juga melihat kecenderungan pertambahan perolehan suara. "Kami juga melihat stabilitas grafik pertumbuhan perolehan suara dan distribusi suara," jelasnya.Sementara di Kabupaten Gowa, kondisi yang sama juga nyaris terjadi. Bedanya Tenri Olle Yasin Limpo yang tak lain adalah kakak kandung Gubernur Sulsel yang mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD Sulsel dan maju mencalonkan di kampung halamannya itu juga tumbang. Tetapi rival yang berhasil mengunggulinya tak lain adalah keponakannya sendiri bernama Adnan Purichta Ichsan YL.Berdasarkan data quick count Jaringan Suara Indonesia (JSI) dan Pandawa Research, di Pilkada Gowa pasangan Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo-Abdul Rauf Karaeng Kio memperoleh suara tertinggi yakni 41,92 persen.Kemudian di posisi kedua Tenri Olle Yasin Limpo-Hairil Muin hanya mampu mengumpulkan 26.17 persen dan diikuti Raja Gowa Andi Maddusila A. Idjo-Wahyu Permana yang mengumpulkan 26,97 persen.


Sedangkan tiga pasangan calon lainnya yang berasal dari jalur perseorangan yakni Djamaluddin Maknun-H Maskur 1.74 persen serta Syahrir Syafruddin-Anwar usman (DjamanTa) 2.24 persen.

Rekomendasi