Mucikari online di Malang, anak asuhnya 12 mahasiswi

Apartemen Soekarno Hatta dijadikan tempat favorit anak asuhnya untuk melayani pria hidung belang.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Mucikari online di Malang, anak asuhnya 12 mahasiswi
Mucikari Online di Malang ditangkap. ©2015 Merdeka.com

Usianya baru 21 tahun, tapi siapa sangka Bagus Artha Pamungkas, mahasiswa PTN di Malang itu memiliki pekerjaan sampingan sebagai mucikari. Tidak tanggung-tanggung, Bagus memiliki 12 'piaraan' yang keseluruhan berstatus mahasiswi.

Bagus memanfaatkan teknologi internet untuk menawarkan 12 anak asuhnya itu. Dia menggunakan media sosial Facebook. Berbekal telepon genggam di tangannya, pria asal Jakarta ini bisa meraup jutaan rupiah.

Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata mengungkapkan, baik tersangka maupun yang dijajakan masih berstatus sebagai mahasiswa PTN dan PTS di Malang. Beberapa bahkan mahasiswi asal Surabaya.

"Ada 12 orang (mahasiswi), semua mahasiswi dari PTN dan PTS di Malang, ada juga yang dari Surabaya," kata Singgamata di Mapolresta Malang, Jumat (4/12).

Apartemen Soekarno Hatta dijadikan tempat favorit anak asuhnya untuk melayani pria hidung belang. Bagus menyediakan dua unit kamar yang bisa digunakan memadu kasih. "Apartemen ini sudah lama kami pantau, berdasar kecurigaan dan laporan masyarakat. Alhamdulillah sekarang bisa kita ungkap," katanya.

Melalui akun facebooknya, Bagus juga menyebutkan tarif anak asuhnya. Jika ada yang berminat akan dilanjutkan komunikasi secara personal.

"Ada tawaran di situ. Kemudian pembeli menelpon atau berkomunikasi lewat WA. Tawar-menawar kemudian menggunakan fasilitas kamar di Apartemen Suhat," ungkapnya.

Bagus tertangkap tangan pada 27 November 2015 di apartemen yang disewanya. Menyusul kemudian 12 koleksinya menjalani pemeriksaan.

Rekomendasi