Keluarga korban sebut AirAsia QZ8501 itu barang rusak

Keluarga korban menilai maskapai tidak mempedulikan faktor keselamatan penumpang.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Keluarga korban sebut AirAsia QZ8501 itu barang rusak
Keluarga korban AirAsia. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Keluarga korban kecelakaan AirAsia QZ8501 menyambut baik pengumuman hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kendati prosesnya cukup lama, namun dapat menjawab teka-teki penyebab kecelakaan setahun lalu itu.Soedjono, keluarga korban asal Malang, Jawa Timur mengungkapkan, investigasi KNKT menunjukkan kondisi pesawat yang sebenarnya. Sehingga kecelakaan itu benar-benar diketahui penyebab pastinya."KNKT berarti terbuka, tidak menutup-nutupi hasilnya. Kami sangat menyambut baik pengumuman itu," kata Soedjono di rumahnya di Malang, Jawa Timur, Rabu (2/12).Kata Jono, kalau berdasar investigasi KNKT pesawat yang digunakan dalam penerbangan itu sebenarnya sudah tidak laik terbang lagi. Namun kenyataannya pesawat itu masih digunakan untuk penerbangan."Pesawat AirAsia itu barang rusak, tetapi masih digunakan untuk mencari uang. Tidak mempedulikan keselamatan para penumpangnya," katanya.Pesawat AirAsia QZ8501 penerbangan dari Surabaya ke Singapura terjatuh di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014. Akibat kecelakaan tersebut ratusan jiwa meninggal dunia.Keluarga Soedjono yang menjadi korban di antaranya Rudi Suecipto, Lindawati Anggara, Kevin Alexander dan Cindy Clarisa Sucipto.Hasil investigasi KNKT diperoleh informasi bahwa pesawat sempat mengalami gangguan sebanyak empat kali sebelum terjadi kecelakaan. Selain itu ditemukan adanya kesalahan komunikasi antara pilot dan kopilot dan terjadi 23 gangguan sistem RTL. Listrik pesawat juga diketahui mati di ketinggian 20 kaki.

Rekomendasi