Meski sudah dilarang, para penambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru secara diam-diam membuka banyak kolam rendaman cadangan untuk memisahkan emas dari batu dan tanah. Para penambang itu melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi penutupan tambang, dengan menggali kolam rendaman baru yang jumlahnya sudah mencapai ribuan."Belakangan ini aktivitas penambang mengangkut material batu dan tanah mengandung butiran emas hingga larut malam, dan membangun kolam-kolam rendaman baru yang jauh dari Gunung Botak," kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Indonesia Kabupaten Buru Putra Baman kepada Antara, Jumat (13/11).Menurut dia, pengangkutan material dengan memakai ratusan mobil menuju kolam rendaman cadangan selama sepekan terakhir ini meningkat, terkait rencana pemerintah dan TNI/Polri melakukan penyisiran dan penutupan aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Waelata dan Kecamatan Waepo.Putra menyatakan, operasi penertiban bisa membawa hasil maksimal jika dilakukan penyisiran sepanjang tiga kilometer ke arah timur Gunung Botak, dan sekitar tujuh hingga delapan kilometer ke arah barat dari lokasi penggalian material.Sebab kolam-kolam rendaman material mengandung butiran emas dengan sianida dibuka para penambang di lokasi-lokasi tersebut guna menghindari tindakan tegas aparat."Sekarang ini limbah merkuri bukan saja mematikan buaya dan siput serta ribuan hektare tanaman sagu, tetapi ternak sapi milik warga pada sejumlah desa di pesisir teluk Kaiely juga ditemukan mati, dan ada pemilik ternak yang menuntut ganti rugi dari sejumlah penambang," katanya.Putera Baman juga minta pemerintah menertibkan para pemilik lahan yang mengizinkan penambang ilegal melakukan aktivitas, menangkap setiap pihak yang melakukan pemungutan liar terhadap para penambang dengan janji operasi tambang ilegal tetap berjalan, serta meringkus para pelaku yang memasok serta menjual sianida di Kabupaten Buru."Bila berbagai komponen ini diamankan pihak berwajib, maka aktivitas penambangan ilegal bisa ditekan, mengingat dampak kerusakan lingkungan dan bahaya pencemaran akibat penggunaan bahan kimia terhadap kesehatan warga Pulau Buru maupun tumbuhan dan hewan sudah terlihat," katanya.
Melawan ditutup, penambang emas ilegal di Buru bikin ribuan kolam
Limbah merkuri mematikan buaya, siput, ribuan hektare tanaman sagu dan sapi ternak.
Advertisement
Rekomendasi