Lihainya komplotan berkedok pejabat tipu korban minta pulsa

Dalam menjalankan aksinya tak pernah menggunakan trik hipnotis.

Dieqy Hasbi Widhana
Oleh Dieqy Hasbi Widhana - Reporter
Lihainya komplotan berkedok pejabat tipu korban minta pulsa
Ilustrasi Penipuan SMS. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Belakangan memang pesan singkat bermodus 'mama minta pulsa' dan kejutan memenangkan undian semakin marak. Salah satu bandar besar penipuan yang telah dibekuk aparat Polda Metro Jaya ialah Effendi alias Lekkeng (30). Dalam menjalankan aksinya tak pernah menggunakan trik hipnotis. Semua korban murni tertipu karena bujuk rayu.Untuk menjalankan aksinya, Lekeng merekrut anak buah dari warga sekampungnya di Abbanuang Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Wajo, Sulawesi Selatan. Selain orang sekampung, dia juga menawarkan pekerjaan haram tersebut ke warga Bandung, Cipanas dan Cianjur.Setelah berhasil mengajak calon karyawannya, dia memfasilitasi semua kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan SMS penipuan. Lekkeng kemudian menyewa vila dan membeli rekening baru. Dalam menjalankan penipuannya, pelaku dan anak buahnya tidak pernah meladeni balasan SMS dari korban. Bentuk kejahatan ini tak main-main. Lekkeng dalam sehari bisa mendapat uang dari hasil kejahatan yang tidak sedikit. Dalam sehari bisa mendapatkan Rp 3 juta sampai RP 7 juta.Lekeng juga kerap kirim pesan info menang undian, dan kabar ada keluarga yang kecelakaan kepada calon korbannya. Modusnya memberi kejutan korban dengan berbagai hadiah yang ditawarkan. Dia pun punya anak buah sehingga tinggal santai menunggu setoran."Biasanya empat atau lima. Biasanya satu korban Rp 1 juta atau Rp 700 ribu. Sehari kirim 6.000 SMS," kata Lekeng kepada merdeka.com, Jumat (6/11).Dia mengaku merogoh kocek hingga Rp 30 juta untuk melancarkan aksinya sebagai modal. Uang itu dipakai untuk beli HP, sim card, buka buku tabungan, beli pulsa dan modem."Ngisi pulsa modem Rp 50 ribu. Kalau pendaftaran sebulan Rp 79 ribu, kita masukin Rp 80 ribu khusus SMS," tandasnya.

Rekomendasi