Ada pemandangan yang tak biasa di parkiran gedung Nusantara III kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/11) pagi kemarin. Ada mobil mewah bermerek Jaguar seri XJR bernomor polisi RI 6 terparkir di tempat khusus mobil pimpinan DPR.Tentu mobil tersebut menjadi perhatian di kalangan wartawan yang biasa meliput di DPR. Memang tempat parkir tersebut kebetulan tak jauh dari ruang wartawan parlemen yang juga berada di Nusantara III, masih satu areal dengan ruang pimpinan DPR yang berada di lantai 3.Mobil dinas pimpinan DPR tak menggunakan Jaguar, tapi Toyota Crown Royal Saloon. Mobil Jaguar berwarna hitam dan mulus itu diketahui milik Ketua DPR Setya Novanto dengan pelat dinas RI 6.Novanto yang berlatar belakang pengusaha ini pun mengakui jika Jaguar tersebut merupakan miliknya. Menurut dia, mobil ini bukan mobil baru, sudah dia beli sejak lima tahun lalu."Mobil lama ini, 5 tahun lalu," kata Setya Novanto di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/11).Ketika kerumunan jurnalis mengklarifikasi terkait mobil pribadi tersebut, Setya langsung memanggil sopirnya. Sopir tersebut lantas diberi waktu untuk menjelaskan kepada para jurnalis.Menurut sang sopir, mobil dinas yang biasa dipakai ngantor oleh Setya tengah diperbaiki di bengkel lantaran rusak karena tabrakan."Mobil Lexus (Toyota Crown) di bengkel. Lagi dicat. Ganti kampas rem, rusak. Lagi rusak, diperbaiki. Hari Kamis jadi," kata sopir pribadi Setya. Mobil Jaguar ini lantas menjadi sorotan. Setya Novanto dinilai tak pantas menunggangi kendaraan pribadi dengan harga ratusan juta ke rumah wakil rakyat.Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menganggap perilaku Ketua DPR Setya Novanto tidak berpihak ke rakyat.
Advertisement
Hal tersebut lantaran Setya datang ke DPR dengan menggunakan mobil sedan mewah Jaguar XJR."Jangan mengundang perhatian, apalagi diparkir di DPR. Jadi begini DPR itu kan wakil rakyat. Kita harus menunjukkan sikap yang betul-betul mewakili kehidupan rakyat," kata Junimart saat dihubungi, Senin (9/11).Menurut politikus PDIP ini, tak ada alasan yang bisa membenarkan pemindahan pelat RI 6 ke mobil pribadi. Dia berharap jika mobil dinas rusak, sebaiknya Setya memakai kendaraan umum."Yang kedua kalau pun benar pakai Jaguar alangkah lebih cerdas kalau ada alasan-alasan mobil dinasnya kenapa kempes ban, alangkah baik karena mobil dinas enggak bisa difungsikan, bisa enggak naik taksi, enggak perlu lah naik Jaguar, menunjukkan bahwa teman-teman DPR belum bisa berempati kepada rakyat," tutur Junimart.Menurut Junimart, polisi berhak melakukan tilang terhadap Setya. Sebab mobil dinas bisa dipindah pelatnya asal sejenis, tidak bisa dipindah ke mobil yang lebih mewah."Polisi bisa tangkap kalau bergerak di jalan. Tidak sesuai spesifikasi bisa ditangkap. Tidak ada alasan. Nomor polisi itu RI 6 harus dilekatkan pada mobil ditunjuk itu. Karena pun kalau dipindahin enggak boleh mobil yang sampai dipertanyakan. Harus mobil lain, yang selevel misalnya selevel Lexus atau Camry juga. Itu (Jaguar) kelasnya wah," pungkasnya.