Effendi, bos aksi tipu SMS 'Mama Minta Pulsa' dibekuk aparat Polda Metro Jaya, Selasa (3/11) siang. Ia dibekuk tim Unit II Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di kampung halamannya, akhirnya buka-bukaan seputar kehidupan dan rumah mewahnya di Abbanuang Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Wajo, Sulawesi Selatan.Kepada penyidik, Effendi mengaku bahwa rumah mewah yang ditempatinya saat ini dibangun bukan hanya dari uang pribadinya, tapi ada andil dari mertua juga. Effendi mengatakan bahwa rumah panggung berornamen kayu jati itu dibangun dengan biaya Rp 200 juta. Selain itu, dia juga mengaku rumah yang memiliki luas bangunan 200 meter persegi dan luas lahan sekitar 600 meter persegi itu tidak hanya ditinggali keluarganya, tapi ada juga orang lain."Baru dua ratusan juta. Rumah saya yang dibawah. Kalau yang di aats punya keluarga lain. Itu rumah kayu, rumah panggung. Itu hasil dari mertua juga. Sebagian di bawah dibangun saya, di atas enggak," ujar Effendi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/11).Selain bercerita rumah mewahnya, Effendi juga mengungkapkan adanya penolakan dari keluarga soal praktik penipuan yang telah dilakoninya sejak 2 tahun lalu ini. Menurutnya, alasan dirinya beserta lima anak buahnya masih menggeluti praktik haram ini lantaran tergiur pundi-pundi rupiah yang dihasilkan, disamping itu ia juga tidak memiliki keahlian khusus yang bisa diandalkan. "Iya sudah tahu, tapi dari kemarin suruh berhenti. Tapi belum berhenti karena penghasilan masih banyak, istri masih di kampung. Dia sih enggak tau saya mau kerjaan begini. Kerjaan dulu cuma tani dan sekolah dulu Mts kelas 1," tuturnya bercerita.
Cerita Bos 'Mama Minta Pulsa' soal rumah mewahnya hasil menipu
"Dari kemarin suruh berhenti. Tapi belum berhenti karena penghasilan masih banyak," ujar Effendi.
Advertisement
Rekomendasi