Ada enam wilayah di Provinsi Bali akan menggelar Pilkada tahun ini. Satu di antaranya adalah Kota Denpasar.Di Bali, bagi para politikus sudah lazim menempuh jalan niskala saat akan bertarung dalam kompetisi politik. Caranya sembahyang di tempat-tempat suci ditentukan oleh tokoh spiritual senantiasa mendampingi.
Tidak banyak orang berani terbuka apakah mereka menggunakan jasa paranormal supaya mencapai tujuan menang pilkada. Namun berbeda dengan kandidat Wali Kota Bali, I Made Arjaya, yang juga putra pendiri PDI Perjuangan di Bali, Nyoman Lepug.Secara terbuka, Arjaya mengaku menempuh jalan spiritual buat bersaing dalam Pilkada Kota Denpasar. Hanya saja menurut dia, lelaku itu selalu berdasarkan petunjuk dan tuntunan tokoh spiritual. "Sebagai umat Hindu di Bali, tidak terlepas dari namanya keseimbangan. Selain melakukan pendekatan terhadap masyarakat, kita juga tetap melakukan pendekatan dengan sang penentu dengan jalan bhakti," kata Arjaya, Jumat (6/11).Selama ini menurut Arjaya, dia tetap meminta petuah dan tuntunan dari para tokoh spiritual. Salah satunya dari Ida Peranda di Geria Bluwangan Sanur. Di tempat sang guru, dia melakukan pembersihan diri sebelum terjun ke masyarakat.Tidak hanya itu, Arjaya juga kerap berziarah ke tempat-tempat suci. Seperti melawat ke Pura Lempuyang Luhur, Pura Puri (kerajaan) Gerenceng.
"Semua tempat persembahyangan yang saya tuju selalu dari tuntunan sesepuh dari Nak Lingsir (tokoh dituakan atau maha guru)," ujar Arjaya.
Advertisement