Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Guntur Sasono mengkritik balik upaya Presiden Jokowi untuk selesaikan kebakaran hutan berdampak kabut asap yang lambat. Lantaran banyak pihak menuding kebakaran hutan merupakan dampak beruntun dari pemerintahan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)."Tapi harus juga dilihat, pada waktu pemerintahan SBY mengambil sikapnya tegas, cepat. Ini kebetulan memang (Jokowi) kurang cepat, el ninonya panjang, kemudian juga ada orang yang memanfaatkan. Tapi SBY kan penanganannya cepat, tidak terjadi seperti ini," kata Guntur saat dihubungi merdeka.com, Jumat (6/11).Anggota Komisi IV DPR ini juga menilai, respon lambat Jokowi berdampak buruk. Banyak hal yang tak diperhitungkan secara matang."Sekarang penanganannya terlambat, kemudian biaya pencegahan untuk APBN ke depan juga belum dihitung, biaya penindakan sekarang besar. Harusnya kalau kita berpikir konstruktif, biaya pencegahan yang sebesar ini lebih pada penindakan supaya nanti tidak terulang," tuturnya.Guntur juga menjelaskan bahwa sejauh ini bukan hanya SBY yang menjadi korban tuduhan. Meski begitu dia merasa legowo tak masalah dikritik."Siapa yang enggak dituding, tidak hanya SBY saja. Ya bolehlah kalau mau bicara seperti itu," pungkasnya.
Demokrat sebut SBY lebih cepat tangani kabut asap dibanding Jokowi
Bagi Guntur, respon lambat Jokowi berdampak buruk dan banyak yang tak diperhitungkan secara matang.
Advertisement
Rekomendasi