DKI Jakarta sepakat truk sampah lewat Bogor hanya malam sampai subuh

DKI Jakarta juga berjanji mengganti truk sampah tak layak pakai.

Ilham Kusmayadi
Oleh Ilham Kusmayadi - Reporter
DKI Jakarta sepakat truk sampah lewat Bogor hanya malam sampai subuh
Truk sampah Jakarta. ©2013 merdeka.com/imam buhori

Pemerintah DKI Provinsi Jakarta hari ini melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati Bogor, Rabu (4/11). Pertemuan dilakukan buat menyelesaikan kisruh soal truk sampah Jakarta yang melintasi Bogor.Sekretaris Daerah DKI Provinsi Jakarta, Saefullah mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan, pihaknya menyetujui jam operasional truk pengangkut sampah hanya boleh melintasi wilayah Bogor pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Dia juga akan menghentikan penggunaan armada truk sampah yang sudah tidak layak pakai, sehingga limbah sampah tidak mencemari udara, serta merusak infrastruktur jalan.Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan, sebetulnya tidak ada masalah antara Pemkab Bogor dengan DKI Jakarta terkait masalah sampah. Akan tetapi, masyarakat berharap truk sampah tidak melintas pada jam aktivitas warga, tidak mencemari udara, dan jalan licin akibat ceceran sampah."Kami sudah sepakat untuk jam angkut dilakukan malam hari hingga subuh. Karena jalur yang dilalui merupakan jalur padat dan jalan tersebut adalah akses utama masyarakat baik dari Jakarta, Depok, Kabupaten dan Kota Bogor. Alhamdulillah bisa disepakati dan malam ini truk bisa melintas," kata Nurhayanti.Menurut Saefulloh, Jakarta memiliki persoalan minimnya ruang terbuka hijau, kepadatan penduduk, serta besarnya jumlah pembangunan. Sampah menjadi permasalahan besar harus diatasi dengan serius. Bahkan dia berjanji, Jakarta akan meningkatkan jumlah dana hibah bagi sejumlah layanan dasar kepentingan masyarakat."Kerjasama soal kebersihan khususnya sampah sangat penting dilakukan dengan kota dan kabupaten tetangga. Pertemuan ini tujuannya selain meningkatkan silaturahmi, juga mempererat sinergitas antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkab Bogor," kata Saefullah."Kami secepatnya akan melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemkab Bogor. Sehingga tidak lagi permasalahan sampah yang dapat merugikan kedua belah pihak, bahkan kami akan bahas bagaimana sampah ini bisa dikelola dengan maksimal untuk jangka panjang," sambung Saefullah.Nurhayanti menambahkan, mengenai penandatanganan kerjasama antara DKI Jakarta dan Pemkab Bogor, dia berharap hal itu bisa mengakomodir harapan dan keinginan masyarakat."2017 TPAS Nambo direncanakan sudah bisa digunakan, jika memang memungkinkan DKI Jakarta bisa membuang sampah ke TPAS Nambo. Karena sampah yang ada di TPAS Nambo akan digunakan oleh PT Indocement sebagai bahan bakar panas pengganti batu bara," tutup Nurhayanti.

Rekomendasi