Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kini tengah menjadi sorotan masyarakat. Prestasi yang dihasilkan keduanya dalam memajukan wilayah pimpinannya patut diacungi jempol.Alhasil, kinerja Ridwan, atau yang akrab disapa Kang Emil dan Ahok sering dibanding-bandingkan. Tak tanggung-tanggung, Emil digadang-gadang menjadi pengganti Ahok dalam Pemilihan Gubernur DKI 2017 mendatang.Namun, dalam akun Facebooknya, Emil meminta agar masyarakat tidak membanding-bandingkan dirinya dengan Ahok. Menurutnya, itu hanya akan menimbulkan keributan karena hal yang belum pasti.
Berikut postingan Emil di akun Facebook:Bapak ibu saudara saudari, mari bangun negeri ini dengan persatuan dan kekompakan. Jangan mau dikotak-kotakkan. Fokuskan energinya untuk menyalakan lilin-lilin kecil, bukan mengutuki kegelapan.Jangan suka hujat menghujat satu pemimpin dengan pemimpin lainnya, itu budaya politik emosional. Derajat seseorang tidaklah akan naik jika dengan menjelekkan orang lainnya. Negative life comes from exercising negative minds.Jangan suka membandingkan saya dengan pak Ahok atau siapapun yang umumnya selalu berakhir dengan saling mencari keburukan. Manusia itu gudangnya khilaf. Begitupun saya, Pak Ahok atau pemimpin-pemimpin lainnya. Yang Maha Benar hanya Allah SWT. Mari terapkan budaya positif, Sesuai hadist 'Bicaralah yang baik atau diam'.Jangan suka memanas-manasi urusan jauh apakah akan ke DKI 1, Jabar 1 atau RI 1, yang akhirnya juga mereka-mereka yang mengira-ngira ini saling ribut sendiri. Padahal sayanya mah tenang-tenang saja. Selesai walikota ini, setengah mimpi saya adalah kembali menjadi warga, sebagai arsitek lagi. Setengah mimpi lagi saya belum tahu dan belum mau pikirkan.Hari ini saya sedang dan akan fokus menyelesaikan amanat di Bandung karena PR-nya masih banyak pisaaan.Bantu saya untuk membantu anda, dengan selalu menebarkan positive thinking dan semangat optimisme di media sosial ini.Yang keren itu 'Positive life comes from positive minds'. Yang bahaya itu positive hamil padahal belum nikah.